AirAsia Malaysia resmi membuka rute internasional baru yang menghubungkan Kuala Lumpur International Airport (KUL) dengan Bandara Internasional Hang Nadim Batam (BTH). Penerbangan harian ini mulai beroperasi pada 13 Maret 2026.
Pemerintah Kota Batam dan PT Bandara Internasional Batam (BIB) menyambut pembukaan rute tersebut sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas langsung Batam–Kuala Lumpur.
AirAsia memproyeksikan lebih dari 22.000 wisatawan akan terbang masuk dan keluar Batam dalam tiga bulan pertama operasional. Penambahan ini membuat jaringan AirAsia bertambah menjadi 19 rute, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penghubung utama Malaysia–Indonesia.
Sepanjang 2025, AirAsia mengangkut hampir tiga juta penumpang di rute kedua negara. Capaian itu menegaskan komitmen maskapai dalam memperluas konektivitas regional dan mempererat hubungan bilateral.
General Manager AirAsia Malaysia, Dato Kapten Fareh Mazputra, menegaskan Indonesia tetap menjadi pasar utama.
“Kami bangga meluncurkan layanan harian Kuala Lumpur–Batam. Ekspansi ini menunjukkan komitmen kami mendukung perdagangan, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi regional,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia menilai Batam memiliki potensi besar, baik sebagai gerbang bisnis maupun destinasi wisata budaya dan bahari. Menurutnya, Malaysia sebagai pasar sumber terbesar akan mendorong pergerakan dua arah yang signifikan.
“AirAsia akan terus menawarkan tarif terjangkau dan konektivitas tanpa hambatan,” tambahnya.
AirAsia membuka tarif promosi mulai RM169 sekali jalan untuk rute Kuala Lumpur–Batam dan Rp899.000 sekali jalan untuk Batam–Kuala Lumpur. Pemesanan tersedia hingga 8 Maret 2026 melalui aplikasi AirAsia MOVE dan airasia.com, untuk periode perjalanan 13 Maret–24 Oktober 2026.
Adapun jadwal penerbangan harian:
-
AK 472: Kuala Lumpur (KUL) – Batam (BTH) | 08.05 LT – 08.15 LT
-
AK 471: Batam (BTH) – Kuala Lumpur (KUL) | 08.45 LT – 10.55 LT
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan rute baru ini akan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.
“Malaysia dan Singapura menjadi penyumbang wisman terbesar. Penambahan penerbangan ini akan memperkuat akses udara dan meningkatkan angka kunjungan,” ujarnya.
Senada, Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, optimistis rute internasional ini akan mempercepat arus penerbangan dan menggerakkan sektor pariwisata Kepulauan Riau.
“Kami yakin rute ini memberi manfaat timbal balik bagi kedua negara,” tegasnya.
Editor: Bibah






