Ban selip (skid) masih menjadi risiko serius bagi pengendara sepeda motor di jalan raya. Kondisi ini terjadi saat ban kehilangan daya cengkeram terhadap permukaan jalan, sehingga kontrol kendaraan menurun dan berpotensi memicu kecelakaan.
Pengendara perlu mengenali tiga jenis ban selip agar dapat mengantisipasi dan menanganinya dengan tepat.
1. Braking Skid
Braking skid terjadi akibat pengereman terlalu kuat hingga roda terkunci. Kondisi ini umumnya muncul saat pengendara panik (panic braking). Akibatnya, ban kehilangan traksi dan kendaraan sulit dikendalikan, sehingga objek di depan sulit dihindari.
2. Power Skid
Power skid muncul saat pengendara membuka gas secara mendadak, terutama di jalan berpasir atau basah. Cara yang tepat adalah membuka gas secara bertahap agar traksi tetap terjaga.
3. Cornering Skid
Cornering skid terjadi saat kendaraan kehilangan traksi di tikungan. Hal ini dipicu perbedaan traksi antara roda depan dan belakang. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan.
Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara, Christofer Valentino, menegaskan bahwa pencegahan ban selip bergantung pada disiplin berkendara dan kondisi kendaraan.
“Keselamatan berkendara bukan hanya soal mengendalikan motor, tetapi juga membaca kondisi jalan dan memastikan kendaraan siap digunakan,” ujarnya.
1. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban
Pastikan ban dalam kondisi baik dan tidak aus. Ban yang sudah menipis atau sejajar dengan TWI harus segera diganti. Sesuaikan tekanan angin dengan standar pabrikan agar daya cengkeram optimal. Hindari penggunaan ukuran ban yang tidak sesuai.
2. Kenali Rute Perjalanan
Pahami kondisi jalan sebelum berkendara. Hindari jalur berpasir, berlumpur, berbatu, atau tergenang air karena berisiko menyebabkan ban kehilangan traksi.
3. Berkendara Secara Halus dan Terkendali
Gunakan gas dan rem secara halus serta konsisten. Hindari akselerasi mendadak dan pengereman keras, terutama di jalan licin.
4. Manfaatkan Fitur Keselamatan
Gunakan fitur seperti ABS untuk mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, sehingga motor tetap stabil dan mudah dikendalikan.
Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Duri Yanto, menegaskan komitmen Honda dalam meningkatkan edukasi keselamatan berkendara melalui berbagai program.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami terus mendorong edukasi berkelanjutan agar budaya berkendara aman semakin mengakar di masyarakat,” ujarnya.
Dengan memahami risiko dan menerapkan teknik berkendara yang tepat, pengendara dapat mengurangi potensi ban selip serta menciptakan lalu lintas yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.






