Wali Kota Batam Amsakar Achmad memastikan ketersediaan pangan menjelang Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026 dalam kondisi aman. Ia langsung meminta dinas terkait memperketat pengawasan ketersediaan dan distribusi bahan pokok di seluruh wilayah Batam.
Amsakar menegaskan pemerintah menjadikan kemandirian pangan sebagai fokus utama kebijakan daerah. Ia menekankan arahan Presiden agar daerah memperkuat ketahanan pangan dan energi di tengah tekanan global.
“Arahan Presiden jelas, bangsa ini harus membangun kemandirian pangan dan energi. Tanpa itu, tantangan global akan semakin berat,” tegasanya, saat rapat Forkopimda persiapan menyambut Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026, Senin (9/2/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, melaporkan stok bahan pokok saat ini berada di atas kebutuhan. Data menunjukkan ketersediaan beras mencapai 10.249,14 ton, lebih tinggi dari kebutuhan sebesar 9.288,08 ton.
Ia juga memastikan stok gula dan minyak goreng mencukupi. Namun, pemerintah tetap mewaspadai kenaikan harga cabai hijau keriting dan cabai rawit yang mulai terjadi di pasaran.
Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, Pemerintah Kota Batam juga mencanangkan Gerakan Batam ASRI. Program ini menargetkan terwujudnya Batam sebagai kota global yang aman, nyaman, bersih, dan sehat.
Pemkot Batam menjadwalkan peluncuran gerakan Batam ASRI mulai Rabu, 11 Februari 2026, dengan melibatkan instansi vertikal, perangkat daerah, dan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui rapat Forkopimda, Pemkot Batam menegaskan komitmen memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas daerah serta memastikan pelayanan publik tetap optimal menjelang rangkaian hari besar keagamaan 2026.






