Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia Terkendali

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Kemenkes

Ilustrasi. Foto: Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan penyebaran influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 tetap terkendali dan tidak meningkatkan tingkat keparahan penyakit.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menyebut subclade K pertama kali muncul di Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini menyebar ke lebih dari 80 negara. Varian ini tetap menimbulkan gejala flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Di kawasan Asia, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand, subclade K muncul sejak Juli 2025 dan sempat mendominasi kasus influenza. Namun, dalam dua bulan terakhir, negara-negara tersebut mencatat penurunan kasus. Kemenkes juga mencatat tren penurunan kasus influenza secara nasional di Indonesia.

Baca Juga :  KEN 2026 Digeber, 125 Event Siap Genjot Pariwisata Nasional

Melalui surveilans nasional, Kemenkes mencatat 62 kasus subclade K di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Kasus ini mayoritas menyerang anak-anak dan perempuan. Dari 843 spesimen positif influenza, Kemenkes menguji 348 sampel dengan metode whole genome sequencing (WGS) dan mengidentifikasi seluruhnya sebagai varian yang telah dikenal secara global.

Baca Juga :  Pentingnya Literasi Asuransi bagi Generasi Muda

Kemenkes terus memperkuat surveilans, sistem pelaporan, dan kesiapsiagaan nasional. Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga pola hidup sehat, meningkatkan daya tahan tubuh, serta rutin menerima vaksin influenza tahunan, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

“Vaksin influenza mampu mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian. Tetap tinggal di rumah saat sakit, gunakan masker, terapkan etika batuk, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk,” kata Prima.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru