Sekda Batam: Inovasi Harus Jadi Sikap, Bukan Program

Senin, 16 Februari 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah

Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan inovasi bukan sekadar program kerja. Inovasi adalah sikap mental yang mendorong seseorang merespons perubahan zaman.

“Inovasi bukan milik orang yang nyaman, tapi milik mereka yang gelisah. Berhenti gelisah berarti berhenti mencari, dan berhenti bertumbuh,” tegas Firmansyah di hadapan civitas akademika, di Hotel Pasific, Jodoh, waktu lalu

Firmansyah menyebut kampus sebagai rumah inovasi yang menghasilkan solusi nyata. Ia menegaskan, kampus bukan sekadar tempat belajar teori, tapi laboratorium peradaban.

“Kampus menjadi tempat masalah diuji, diperdebatkan, lalu lahir sebagai solusi berdampak nyata,” ujarnya.

Baca Juga :  Hadiri Rakornas 2026, Amsakar Siapkan Batam Perkuat Pengelolaan Sampah

Dengan peran ini, kampus memupuk kegelisahan intelektual, mendorong generasi muda berpikir kritis dan berinovasi.

Menurut Firmansyah, Indonesia kini menghadapi fase krusial: bonus demografi, ketimpangan kualitas sumber daya manusia, serta tantangan global seperti kecerdasan artifisial, perubahan iklim, dan ekonomi hijau.

“Bonus demografi bisa menjadi berkah atau beban. Semua tergantung kualitas generasi muda hari ini,” katanya.

Menuju Indonesia Emas 2045, ia menekankan, generasi unggul tidak lahir dari zona nyaman, tapi dari keberanian berpikir berbeda dan bekerja lebih keras.

Firmansyah menyoroti posisi strategis Batam sebagai pusat industri dan perdagangan internasional serta pintu gerbang Indonesia ke pasar global. Ia menegaskan, kota ini membutuhkan inovator, bukan sekadar tenaga kerja.

Baca Juga :  Musrenbang Galang 2026: Pemko Batam Prioritaskan Pembangunan Hinterland

“Batam tidak hanya butuh lulusan. Batam membutuhkan pencipta solusi,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkot Batam melalui RPJMD 2025–2030 mendorong: Program link and match antara pendidikan dan industri, Ekosistem inovasi berbasis kolaborasi kampus, pemerintah, dan industri, dan Transformasi ekonomi berbasis pengetahuan dan digitalisasi layanan publik.

“RPJMD bukan sekadar dokumen. Ini komitmen moral agar anak muda Batam menjadi aktor utama Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Ruas Jalan Gadjah Mada untuk Ditutup Sementara, Perbaikan Jalan Vista
BP Batam Serap Aspirasi Dunia Usaha untuk Akselerasi Ekonomi 2026
Amsakar–Li Claudia Apresiasi Polisi Ungkap Kasus “Rayap Besi” di Batam
Ekonomi Batam Tumbuh, Kemiskinan Turun, Investasi Tembus Rp69,3 Triliun
Pemko Batam Prioritaskan Pelebaran Jembatan Golden Prawn Bengkong pada 2027
Batam Siapkan Kerja Sama Swasta untuk Tata Kelola Sampah 2026
Pengangguran Turun, Amsakar Beberkan Kunci Sukses Batam
Amsakar Beberkan Progres 15 Program Prioritas, Soroti Air Bersih dan Sampah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 18:08 WIB

Ruas Jalan Gadjah Mada untuk Ditutup Sementara, Perbaikan Jalan Vista

Jumat, 3 April 2026 - 17:58 WIB

BP Batam Serap Aspirasi Dunia Usaha untuk Akselerasi Ekonomi 2026

Jumat, 3 April 2026 - 10:25 WIB

Amsakar–Li Claudia Apresiasi Polisi Ungkap Kasus “Rayap Besi” di Batam

Kamis, 2 April 2026 - 21:23 WIB

Pemko Batam Prioritaskan Pelebaran Jembatan Golden Prawn Bengkong pada 2027

Kamis, 2 April 2026 - 15:18 WIB

Batam Siapkan Kerja Sama Swasta untuk Tata Kelola Sampah 2026

Berita Terbaru