Pemerintah Kota Batam mempercepat pengembangan Kebun Raya Batam dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini ditegaskan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat bertemu Deputi BRIN R. Hendrian di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (29/4/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep, serta jajaran Pemko Batam. Keduanya langsung menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai turunan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati.
Amsakar menegaskan, Pemko Batam siap mempercepat implementasi kerja sama, khususnya pengembangan Kebun Raya Batam. Ia menilai kawasan ini memiliki potensi besar jika didukung kepastian lahan dan pengelolaan terintegrasi.
“Kebun Raya Batam sangat strategis. Selain sebagai pusat konservasi, juga bisa menjadi pengungkit pariwisata,” tegasnya.
Ia meminta BRIN mempercepat realisasi kerja sama, terutama pada pengelolaan kebun raya, penguatan riset, dan pengayaan koleksi tanaman.
BRIN menyambut positif komitmen tersebut. Mereka menilai Kebun Raya Batam memiliki posisi kuat karena berada di kawasan Nongsa, salah satu destinasi unggulan Batam. Dengan pengembangan tepat, kawasan ini dapat terintegrasi dalam ekosistem pariwisata kota.
Amsakar menambahkan, publikasi yang masif akan mempercepat daya tarik kawasan tersebut.
“Jika dipromosikan secara luas, dampaknya akan langsung terasa pada peningkatan kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemko Batam menargetkan Kebun Raya Batam tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga tumbuh sebagai ikon wisata berbasis ekologi di Kota Batam.
Editor: Difky






