BP Batam mencatat realisasi investasi sebesar Rp69,30 triliun sepanjang 2025, melampaui target Rp60 triliun. Capaian ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam hingga 6,76 persen.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan tingginya investasi menunjukkan kepercayaan investor terhadap transformasi Batam sebagai pusat ekonomi digital dan energi berkelanjutan.
“Capaian ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam,” ujar Amsakar.
Investasi sektor digital mencapai Rp8,557 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini didorong berkembangnya Nongsa Digital Park (NDP) sebagai pusat data dan teknologi di Batam.
Selain Singapura, investor dari Hong Kong, Amerika Serikat, dan Malaysia juga aktif menanamkan modal di sektor digital. Pada triwulan IV 2025, KEK Nongsa menyerap 836 tenaga kerja.
BP Batam juga memperkuat pengembangan energi hijau untuk mendukung kebutuhan listrik industri digital dan data center. Investasi sektor listrik, gas, dan air mencapai Rp5,80 triliun sepanjang 2025.
Amsakar menegaskan BP Batam terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan, termasuk PLTS, guna memenuhi standar investasi global berbasis keberlanjutan.
“Transformasi digital Batam berjalan nyata. Kami terus membangun Batam sebagai tujuan investasi yang kompetitif dan ramah investor,” katanya.
BP Batam juga memperkuat kualitas SDM melalui program digital di NDP serta meluncurkan platform MANTAB untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan industri secara terintegrasi.
Editor: Yuli






