Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin gotong royong massal dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di SMK Negeri 11 Batam, Sagulung, Jumat (19/6/2026).
Pemko Batam mengerahkan jajaran OPD, pelajar, perusahaan, komunitas lingkungan, dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran menghadapi dampak perubahan iklim.
Amsakar mengajak seluruh warga Batam menjaga lingkungan secara konsisten. Ia menegaskan pelestarian lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Menurutnya, warga, sekolah, perusahaan, RT, RW, hingga pemerintah harus bergerak bersama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama. Kesadaran itu harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan,” tegas Amsakar.
Ia meminta masyarakat tidak menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup sebagai kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, ia mendorong lahirnya gerakan berkelanjutan yang tumbuh dari kesadaran warga.
Amsakar mengingatkan masyarakat bahwa perubahan iklim mulai berdampak langsung terhadap Kota Batam. Perubahan garis pantai, kondisi lahan, dan pola curah hujan yang semakin sulit diprediksi menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.
Karena itu, ia mendorong perusahaan melalui program PROPER, serta RT, RW, dan lurah untuk terus menggerakkan budaya gotong royong dan menjaga kualitas lingkungan di wilayah masing-masing.
Amsakar juga mengapresiasi warga Batam yang aktif menyuarakan isu lingkungan sekaligus terlibat dalam berbagai aksi pelestarian alam.
“Semangat kolaborasi ini harus terus kita jaga agar Batam tetap bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemko Batam menyiapkan tiga agenda utama.
Pemko Batam lebih dulu menggelar uji emisi kendaraan pada 9-11 Juni 2026 di Mall Top 100 Tembesi, Ruko Cipta Grand City, dan Temenggung Abdul Jamal. Sebanyak 1.645 kendaraan mengikuti pemeriksaan dan mayoritas memenuhi standar emisi.
Pada agenda kedua, Pemko Batam menggelar gotong royong massal yang melibatkan OPD, pelajar, komunitas peduli lingkungan, Saka Kalpataru, dan perusahaan peserta PROPER. Kegiatan ini mendukung Gerakan Masyarakat Batam ASRI yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.
Selanjutnya, Pemko Batam akan menggelar penanaman mangrove massal di kawasan Akar Bumi Indonesia, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk, pada 26 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Batam.
Editor: Bibah






