Banda Aceh, metroposid.com: Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatin BNPB), Abdul Muhari, melaporkan perkembangan terkini penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ia menegaskan dalam konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Center Penanggulangan Bencana Kemkomdigi Aceh, Sabtu (6/12/2025), bahwa operasi udara, pemulihan akses, dan penanganan sektor kesehatan menjadi prioritas utama.
Menurut Abdul Muhari, distribusi logistik di Sumatra Utara, Sabtu (6/12/2025) terlaksana melalui 11 sorti udara. Sejumlah wilayah yang sebelumnya hanya dapat dijangkau melalui helikopter kini sudah dapat diakses melalui jalur darat menggunakan truk logistik berkapasitas hingga 10 ton.
“Optimalisasi udara kini kita fokuskan ke kantong-kantong pengungsian yang masih harus ditempuh dengan berjalan kaki dari titik pendaratan,” ujar Abdul.
Operasi udara di Aceh sempat terhambat cuaca antara pukul 11.00–13.00 WIB, namun BNPB tetap berhasil merealisasikan 16 sorti udara. Separuh dari sorti tersebut langsung menyasar titik-titik pengungsian yang belum terjangkau jalur darat.
Selain soal pendistribusian, BNPB menekankan bahwa pemulihan layanan kesehatan menjadi progres paling penting dalam beberapa hari terakhir. Seperti RSUD Aceh Tamiang yang beroperasi penuh. Fasilitas kesehatan masyarakat ini sudah dibersihkan dan siap melayani masyarakat. Beroperasi dengan genset 100.000 watt yang dikirim BNPB kemarin. “Warga Aceh Tamiang sudah kembali dapat mengakses layanan kesehatan setelah listrik darurat menyala,” kata Abdul Muhari.
Sementara itu, Helikopter TNI AU dari Lanud Iskandar Muda berhasil mendaratkan genset 250.000 watt milik PLN dengan berat 2,8 ton. Genset tersebut didedikasikan khusus untuk menghidupkan RSUD Aceh Tengah. “Jika tidak ada hambatan, besok pagi RSUD Aceh Tengah sudah bisa beroperasi kembali,” jelas Kepala Pusdatin BNPB.
Adapun distribusi bantuan melalui udara di Sumatra Barat difokuskan ke Kabupaten Agam, terutama Kecamatan Palembayan, salah satu wilayah terdampak terparah banjir–galodo. Sebanyak 86 orang masih tercatat dalam daftar pencarian. Basarnas, TNI AU, BNPB, dan unsur daerah terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Di samping itu, BNPB bersama BMKG dan TNI AU melanjutkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk menahan potensi hujan yang dapat menghambat tim darat. “OMC sangat krusial karena akses baru yang terbuka masih rentan tertutup kembali bila terjadi hujan deras,” tegas Abdul.
Abduk Muhari menambahkan bahwa OMC akan terus dilanjutkan sampai seluruh tim darat mulai dari pemulihan akses jalan, pemasangan tiang listrik, hingga suplai BBM dan LPG menuntaskan tugas utama di lapangan. Sumber infopublik.id
Editor: Yuli






