Amsakar Mulai Tata Wajah Batam, Bangun Bundaran Raja Ali Marhum di Jalur Bandara

Minggu, 12 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peletakan batu pertama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V di ruas jalan menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Jumat (10/7/2026). Foto:  Humas BP Batam

Peletakan batu pertama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V di ruas jalan menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Jumat (10/7/2026). Foto: Humas BP Batam

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mulai menata wajah Kota Batam. Ia menandai langkah itu dengan peletakan batu pertama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V di ruas jalan menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Jumat (10/7/2026).

Amsakar didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, jajaran Anggota dan Deputi BP Batam, Forkopimda Kota Batam, serta pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam.

Amsakar menegaskan pembangunan bundaran menjadi awal penataan taman dan ruang publik di Batam. BP Batam ingin menghadirkan kota yang lebih bersih, rapi, indah, dan memiliki identitas yang kuat. Bundaran itu juga dipersiapkan menjadi ikon baru yang menyambut setiap wisatawan dari Bandara Hang Nadim.

Baca Juga :  Pemko Batam Akui Kekurangan Guru Masih Jadi PR Besar

Menurut Amsakar, penataan kota menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan investasi, perdagangan, dan pariwisata.

“Batam tidak boleh kumuh, semrawut, atau dipenuhi reklame dan kabel yang mengganggu estetika. Karena itu kami menjalankan Gerakan Batam Asri sebagai gerakan bersama mempercantik kota,” kata Amsakar.

BP Batam menggandeng PT Uma Graha Berkah untuk membangun bundaran melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kolaborasi itu membuat proyek berjalan tanpa menggunakan APBD maupun anggaran BP Batam.

Amsakar mengapresiasi dukungan pelaku usaha yang ikut mempercepat penataan wajah Batam. Ia juga melibatkan LAM Kota Batam dalam menyusun konsep pembangunan, mulai dari penamaan hingga penyempurnaan desain.

Baca Juga :  Golf Tournament 2026, Danlanud Hang Nadim Perkuat Soliditas Forkopimda Kepri

Hasilnya, BP Batam menetapkan nama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V menggantikan nama Bundaran Hang Nadim. Nama tersebut dipilih sebagai penghormatan kepada tokoh penting dalam sejarah Kepulauan Riau.

BP Batam mengangkat budaya Melayu sebagai konsep utama bundaran. Tugu utama mengusung bentuk tanjak yang melambangkan kehormatan dan jati diri masyarakat Melayu. Sementara ornamen tepak sirih menjadi simbol penghormatan dan keramahan dalam menyambut tamu.

Amsakar menegaskan pembangunan Batam tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga menjaga warisan budaya.

“Kami ingin Batam tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan sejarah dan identitas Melayunya,” ujarnya.

Editor: Difky

Berita Terkait

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang
BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca, Bidik Hujan di Waduk hingga 2 November

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Berita Terbaru