Pemerintah Aceh memastikan seluruh bantuan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan banjir dan longsor telah tersalurkan ke seluruh kabupaten/kota terdampak. Saat ini, pemerintah memfokuskan perhatian pada rekonsiliasi dan akuntabilitas data distribusi logistik.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, menyampaikan hal itu usai rapat virtual dengan belasan BPBD penerima bantuan. Menurutnya, BNPB telah mencocokkan data pengiriman dan penerimaan logistik secara rinci.
“Jika datanya sesuai, tidak ada masalah. Kalau ada selisih, akan kami konfirmasi lebih lanjut,” kata Fadmi di Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).
BPBA menerapkan verifikasi ketat karena bantuan tersebut bersumber dari uang negara. Jika pencocokan data belum tuntas melalui rapat daring, BPBA membuka opsi verifikasi langsung dengan BPBD terkait.
“Yang terpenting adalah kejelasan jumlah yang dikirim dan diterima. Akuntabilitas harus terjaga,” tegasnya.
Fadmi menjelaskan, hingga hari ke-29 penanganan bencana, seluruh logistik yang direncanakan BNPB telah tersebar ke daerah terdampak, meski proses administrasi masih berjalan.
Distribusi di lapangan menghadapi kendala, terutama di wilayah terisolasi seperti Gayo Lues yang sempat terputus akses darat. BPBA menyiasatinya dengan membuka hub logistik sementara di wilayah terdekat sebelum bantuan dikirim bertahap ke lokasi tujuan.
BPBA menegaskan posko provinsi berperan sebagai pendamping, yang memfasilitasi koordinasi, pendataan, hingga administrasi serah terima bantuan.
“Tujuan kami satu, memastikan bantuan negara sampai ke masyarakat secara tepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Fadmi. Sumber InfoPublik
Editor: Yuli






