Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk, mengimbau warga Batam agar proaktif melengkapi administrasi kependudukan untuk memanfaatkan program prioritas Pemerintah Kota Batam: berobat ke rumah sakit cukup dengan KTP.
Menurut Dandis, kendala utama warga saat berobat sering muncul karena administrasi belum lengkap. “Banyak warga terkendala berobat karena administrasinya belum siap. Pemerintah kini sangat peduli terhadap pelayanan kesehatan,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Dandis menekankan bahwa program berobat cukup pakai KTP merupakan terobosan penting yang harus dimanfaatkan masyarakat. “Lengkapi administrasi sejak dini. Jangan menunggu sakit baru mengurus,” tegasnya.
Ia menambahkan, kelengkapan administrasi menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. “Jika administrasi siap, program ini bisa berjalan maksimal. Masyarakat harus proaktif mendukung program ini,” kata Dandis.
Dandis juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam tetap bersinergi dengan BPJS Kesehatan sebagai jaminan kesehatan nasional. Namun, program berobat pakai KTP memberi solusi bagi warga yang tidak mampu dan belum terdaftar BPJS.
“Tidak ada alasan menolak program ini. Ini demi kemaslahatan seluruh warga Batam. Tapi masyarakat harus menyiapkan administrasi sejak dini,” tambahnya.
Ia mengingatkan agar warga tidak menunda pengurusan administrasi. “Jangan baru mengurus saat akan berobat. Jika tertunda, saat dibutuhkan justru menjadi kendala, dan masyarakat akhirnya mengadu ke dewan,” ujarnya.
Dandis menegaskan pentingnya edukasi administrasi kependudukan secara menyeluruh, mulai dari sekolah, puskesmas, RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan. “Semua pihak harus aktif menyosialisasikan ini ke masyarakat,” kata Dandis.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa program berobat pakai KTP ditujukan bagi warga tidak mampu yang belum memiliki BPJS Kesehatan. “Warga mampu tidak ditanggung pemerintah. Peserta BPJS juga tidak,” jelasnya.
Amsakar menambahkan, pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada warga Batam terkendala biaya saat membutuhkan layanan kesehatan. “Bagi warga yang tidak mampu dan harus berobat ke rumah sakit, pemerintah hadir melalui program berobat cukup pakai KTP,” pungkasnya.
Editor: Diki






