Dalam dialog genap setahun Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam Li Caludia, Jumat (20/2/2026) menjabat. Amsakar mengaku masih ada tantangan meski mencatat kemajuan, pemerintah tetap menghadapi persoalan klasik.
Amsakar memprioritaskan penanganan sampah, banjir di titik rawan, dan distribusi air bersih bersama BP Batam.
Pemerintah mengoptimalkan distribusi air dan menangani 18 titik krisis air. Pemko juga membangun rumah pompa banjir, menormalisasi drainase, serta mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Kami tidak menghindar dari masalah. Kami tuntaskan persoalan sampah, banjir, dan air bersih secara bertahap dan terukur,” tegasnya.
Li Claudia menambahkan, seluruh program dirancang untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif dan merata. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat agar Batam semakin tertata, bersih, dan berkelanjutan.






