Sekda Batam: Inovasi Harus Jadi Sikap, Bukan Program

Senin, 16 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah

Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan inovasi bukan sekadar program kerja. Inovasi adalah sikap mental yang mendorong seseorang merespons perubahan zaman.

“Inovasi bukan milik orang yang nyaman, tapi milik mereka yang gelisah. Berhenti gelisah berarti berhenti mencari, dan berhenti bertumbuh,” tegas Firmansyah di hadapan civitas akademika, di Hotel Pasific, Jodoh, waktu lalu

Firmansyah menyebut kampus sebagai rumah inovasi yang menghasilkan solusi nyata. Ia menegaskan, kampus bukan sekadar tempat belajar teori, tapi laboratorium peradaban.

“Kampus menjadi tempat masalah diuji, diperdebatkan, lalu lahir sebagai solusi berdampak nyata,” ujarnya.

Baca Juga :  Metra Dinata Jabat Kepala DMBSDA, Targetkan Jalan Lingkar Prioritas

Dengan peran ini, kampus memupuk kegelisahan intelektual, mendorong generasi muda berpikir kritis dan berinovasi.

Menurut Firmansyah, Indonesia kini menghadapi fase krusial: bonus demografi, ketimpangan kualitas sumber daya manusia, serta tantangan global seperti kecerdasan artifisial, perubahan iklim, dan ekonomi hijau.

“Bonus demografi bisa menjadi berkah atau beban. Semua tergantung kualitas generasi muda hari ini,” katanya.

Menuju Indonesia Emas 2045, ia menekankan, generasi unggul tidak lahir dari zona nyaman, tapi dari keberanian berpikir berbeda dan bekerja lebih keras.

Firmansyah menyoroti posisi strategis Batam sebagai pusat industri dan perdagangan internasional serta pintu gerbang Indonesia ke pasar global. Ia menegaskan, kota ini membutuhkan inovator, bukan sekadar tenaga kerja.

Baca Juga :  Selamat dari Kapal Terbalik, Yusuf Tankin Bertahan 38 Jam di Ruang Mesin

“Batam tidak hanya butuh lulusan. Batam membutuhkan pencipta solusi,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkot Batam melalui RPJMD 2025–2030 mendorong: Program link and match antara pendidikan dan industri, Ekosistem inovasi berbasis kolaborasi kampus, pemerintah, dan industri, dan Transformasi ekonomi berbasis pengetahuan dan digitalisasi layanan publik.

“RPJMD bukan sekadar dokumen. Ini komitmen moral agar anak muda Batam menjadi aktor utama Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen
Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam
Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD
Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Seminar, Diskusi, dan Lokakarya
PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Potensi Ekonomi
Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen, Investasi Tembus Rp69,3 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:54

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Kamis, 10 September 2026 - 21:28

Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 21:15

Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD

Kamis, 10 September 2026 - 21:00

Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45