Menkes Tekankan Respons Cepat dan Gotong Royong Tangani Bencana di Sumatra

Minggu, 4 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi Sadikin pada kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Sumatra. Foto: Kemenkes

Menkes Budi Gunadi Sadikin pada kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Sumatra. Foto: Kemenkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kecepatan respons dan semangat gotong royong dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi di Sumatra. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar bantuan kemanusiaan disalurkan secara cepat dan melibatkan seluruh elemen bangsa.

“Presiden menekankan bahwa kita harus bergerak cepat dan bergotong royong karena ini masalah bersama. Indonesia kuat karena modal sosialnya,” ujar Menkes, dikutip dari keterangan resmi InfoPublik, Sabtu (3/1/2026).

Bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra berdampak signifikan pada sektor kesehatan. Sebanyak 87 rumah sakit terdampak, sembilan di antaranya sempat tidak beroperasi. Berkat dukungan lintas sektor, seluruh rumah sakit kini telah kembali berfungsi.

Baca Juga :  Bantuan 10,5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra

Selain itu, 867 puskesmas terdampak, dengan 180 sempat berhenti beroperasi. Hingga kini, tersisa empat puskesmas di Aceh yang masih dalam tahap pemulihan akibat kerusakan berat dan timbunan lumpur.

Menkes juga menyoroti kondisi pengungsian yang masih menampung sekitar 300 ribu jiwa di lebih dari 1.000 titik, termasuk 76 desa terpencil dengan akses sangat terbatas. “Ada wilayah yang hanya bisa dijangkau dengan perahu atau kendaraan khusus hingga enam jam perjalanan,” katanya.

Baca Juga :  Amsakar–Li Claudia Targetkan Batam Bebas Masalah Sampah

Untuk menjaga layanan kesehatan tetap berjalan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan dan merotasi sekitar 3.200 relawan kesehatan, termasuk 500 tenaga dari Kemenkes, dengan dukungan swasta, organisasi profesi, dan TNI.

Menkes mengapresiasi peran Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penyaluran bantuan dan menegaskan kolaborasi menjadi kunci percepatan pemulihan. Ia menambahkan, pemulihan empat puskesmas tersisa membutuhkan alat berat berukuran kecil.

“Dengan dukungan alat dan operator, kami harap dalam tiga minggu hingga satu bulan puskesmas dapat kembali beroperasi,” tutupnya.

Editor: Rega

Berita Terkait

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang
BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca, Bidik Hujan di Waduk hingga 2 November
LPTQ Batam Bidik 10 Besar Nasional pada MTQH 2027

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:57

Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:26

Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:18

Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang

Berita Terbaru

Sekda Batam, Firmansyah, bersama atlet Batam saat pelepasan atlet Porprov Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Selasa (27/10/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:19