Menkes Tekankan Respons Cepat dan Gotong Royong Tangani Bencana di Sumatra

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi Sadikin pada kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Sumatra. Foto: Kemenkes

Menkes Budi Gunadi Sadikin pada kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Sumatra. Foto: Kemenkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kecepatan respons dan semangat gotong royong dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi di Sumatra. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar bantuan kemanusiaan disalurkan secara cepat dan melibatkan seluruh elemen bangsa.

“Presiden menekankan bahwa kita harus bergerak cepat dan bergotong royong karena ini masalah bersama. Indonesia kuat karena modal sosialnya,” ujar Menkes, dikutip dari keterangan resmi InfoPublik, Sabtu (3/1/2026).

Bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra berdampak signifikan pada sektor kesehatan. Sebanyak 87 rumah sakit terdampak, sembilan di antaranya sempat tidak beroperasi. Berkat dukungan lintas sektor, seluruh rumah sakit kini telah kembali berfungsi.

Baca Juga :  88 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Pegadaian Batam

Selain itu, 867 puskesmas terdampak, dengan 180 sempat berhenti beroperasi. Hingga kini, tersisa empat puskesmas di Aceh yang masih dalam tahap pemulihan akibat kerusakan berat dan timbunan lumpur.

Menkes juga menyoroti kondisi pengungsian yang masih menampung sekitar 300 ribu jiwa di lebih dari 1.000 titik, termasuk 76 desa terpencil dengan akses sangat terbatas. “Ada wilayah yang hanya bisa dijangkau dengan perahu atau kendaraan khusus hingga enam jam perjalanan,” katanya.

Baca Juga :  Bantuan BNPB untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tuntas Didistribusikan

Untuk menjaga layanan kesehatan tetap berjalan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan dan merotasi sekitar 3.200 relawan kesehatan, termasuk 500 tenaga dari Kemenkes, dengan dukungan swasta, organisasi profesi, dan TNI.

Menkes mengapresiasi peran Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penyaluran bantuan dan menegaskan kolaborasi menjadi kunci percepatan pemulihan. Ia menambahkan, pemulihan empat puskesmas tersisa membutuhkan alat berat berukuran kecil.

“Dengan dukungan alat dan operator, kami harap dalam tiga minggu hingga satu bulan puskesmas dapat kembali beroperasi,” tutupnya.

Editor: Rega

Berita Terkait

Tiga Mantan Pejabat BGN Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Program MBG
Kejagung Geledah Kantor BGN Sehari Setelah Pencopotan Kepala Badan
BPH Migas Ajak Masyarakat Laporkan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Gagalkan Penyelundupan LTJ dan Unsur Radioaktif, Kasum TNI Tinjau Barang Bukti di Batam
Diduga Jual Titik MBG Rp400 Juta, Polisi Usut Dugaan Penipuan SPPG di Batam
Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Investasi CANTVR dan YUDIA
Dikubur di Belakang Rumah, Pembunuh Perempuan Muda di Lingga Ditangkap
OJK Denda Indosaku Rp875 Juta akibat Pelanggaran Penagihan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:04 WIB

Tiga Mantan Pejabat BGN Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Program MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:52 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN Sehari Setelah Pencopotan Kepala Badan

Senin, 1 Juni 2026 - 03:42 WIB

BPH Migas Ajak Masyarakat Laporkan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:39 WIB

Gagalkan Penyelundupan LTJ dan Unsur Radioaktif, Kasum TNI Tinjau Barang Bukti di Batam

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:31 WIB

Diduga Jual Titik MBG Rp400 Juta, Polisi Usut Dugaan Penipuan SPPG di Batam

Berita Terbaru