Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam bergerak cepat mengatasi krisis air bersih di Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, menyusul keluhan warga. Mereka menanganinya melalui langkah darurat sekaligus memperbaiki sistem distribusi agar pasokan air kembali stabil dan merata.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, turun langsung menemui warga untuk mendengar aspirasi dan memastikan solusi tepat sasaran. Amsakar menegaskan, pemerataan layanan air bersih menjadi prioritas, terutama di wilayah yang masih kekurangan pasokan.
“Kami tidak membeda-bedakan pelayanan. Prinsipnya adalah pemerataan dan keadilan distribusi air bersih bagi seluruh masyarakat Batam,” ujar Amsakar, Jumat (23/1/2026).
Meski demikian, beberapa wilayah, termasuk Tanjung Sengkuang, masih masuk kategori “stress area” karena tekanan distribusi tinggi. BP Batam menanganinya melalui langkah jangka pendek sambil menyiapkan solusi berkelanjutan.
Sebagai upaya cepat, pemerintah menurunkan armada mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak. Distribusi air berlangsung terus menerus sambil menunggu optimalisasi jaringan dan peningkatan kapasitas pasokan utama.
Selain itu, pemerintah menata ulang jaringan pipa dan memperkuat infrastruktur pendukung untuk memastikan pasokan air lebih stabil. Menurut Amsakar, langkah ini bagian dari strategi peningkatan layanan dasar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Persoalan air bersih tidak boleh berlarut-larut. Seluruh jajaran kami bekerja maksimal agar masyarakat segera merasakan perbaikan layanan,” tegasnya.
Amsakar mengajak warga menjaga komunikasi dan berperan aktif mendukung langkah pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci penyelesaian persoalan air bersih secara efektif dan berkelanjutan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Batam optimistis distribusi air bersih di Tanjung Sengkuang dan sekitarnya akan pulih bertahap, memberikan dampak nyata bagi kenyamanan warga.
Editor: Rega






