Bank Indonesia Luncurkan LPI 2025, Tekankan Optimisme, Komitmen, dan Sinergi

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 pada Selasa (28/1/2026). Foto: Istimewa

Bank Indonesia meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 pada Selasa (28/1/2026). Foto: Istimewa

Bank Indonesia meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 pada Selasa (28/1/2026). Melalui laporan bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, BI mengulas evaluasi ekonomi global dan domestik, pelaksanaan kebijakan 2025, serta arah bauran kebijakan 2026.

Selanjutnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan tiga pilar utama penguatan ekonomi nasional, yakni optimisme, komitmen, dan sinergi. Perry menekankan BI terus membangun optimisme guna memperkuat prospek perekonomian.

Sejalan dengan itu, BI memprakirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,7–5,5 persen pada 2025, meningkat menjadi 4,9–5,7 persen pada 2026, dan naik ke 5,1–5,9 persen pada 2027. Pada saat yang sama, BI menargetkan inflasi tetap terkendali di kisaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.

Baca Juga :  Prabowo dan PM Inggris Sepakati Kemitraan Strategis Baru RI–Inggris

Untuk mewujudkan target tersebut, Perry menegaskan BI terus memperkuat bauran kebijakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas. Selain itu, BI memperluas sinergi pada lima fokus utama, yaitu menjaga stabilitas perekonomian, mendorong sektor riil melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan pembiayaan, serta mempercepat digitalisasi.

Ke depan, BI akan mempererat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Baca Juga :  Presiden Targetkan Renovasi 60 Ribu Sekolah pada 2026

Sebagai bentuk akuntabilitas, BI menyusun LPI 2025 sebagai wujud transparansi kebijakan kepada publik sesuai amanat Pasal 58 ayat (7) UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang terakhir diubah melalui UU No. 4 Tahun 2023.

Dengan demikian, BI menargetkan LPI 2025 menjadi rujukan utama yang kredibel mengenai kondisi dan prospek perekonomian Indonesia serta arah bauran kebijakan nasional dan Bank Indonesia.

 

 

Berita Terkait

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025
Pengunduran Diri Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri Pasca IHSG Melemah
Indonesia Dukung Peta Jalan Pariwisata ASEAN 2026–2030
OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Transparansi dan Integritas Pasar Modal
Progres Besar: 16.294 Huntara Kini Masuk Tahap Percepatan Pembangunan
Purbaya Lantik 27 Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Integritas dan Peran Bea Cukai Jaga Pasar Domestik
J&T Express Tembus 30 Miliar Pengiriman Sepanjang 2025
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:41 WIB

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:34 WIB

Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri Pasca IHSG Melemah

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:32 WIB

Indonesia Dukung Peta Jalan Pariwisata ASEAN 2026–2030

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:03 WIB

OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Transparansi dan Integritas Pasar Modal

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:25 WIB

Progres Besar: 16.294 Huntara Kini Masuk Tahap Percepatan Pembangunan

Berita Terbaru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pemulihan aset negara (asset recovery) sepanjang 2025. Foto: Dok KPK

Nasional

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:41 WIB

Gusti Yenosa atau Oca, kembali terpilih sebagai Ketua IJTI Kepri periode 2026–2030, dalam pemilihan demokratis di Hotel Pelangi Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026). Foto: Istimewa

Daerah

Oca Terpilih Pimpin IJTI Kepri Periode 2026–2030

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:30 WIB