Presiden Targetkan Renovasi 60 Ribu Sekolah pada 2026

Selasa, 13 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan Layar Youtube BPMI Setpres.

Foto: Tangkapan Layar Youtube BPMI Setpres.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui renovasi besar-besaran fasilitas sekolah di seluruh Indonesia.

Presiden menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah menargetkan renovasi 60.000 sekolah. Program tersebut menjadi bagian dari rencana jangka menengah untuk memperbaiki seluruh infrastruktur pendidikan nasional yang jumlahnya mencapai sekitar 300.000 sekolah.

“Tahun ini saja saya akan merenovasi 60.000 sekolah. Kita memiliki sekitar 300.000 sekolah. Saya berharap dalam empat tahun ke depan seluruh sekolah di Indonesia dapat kita selesaikan dan kualitasnya terus kita tingkatkan,” ujar Presiden saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga :  Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Presiden menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi fondasi utama kesejahteraan dan demokrasi.

“Pendidikan adalah instrumen pembangunan dan kesejahteraan. Pendidikan dan kesehatan adalah instrumen utama untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden Prabowo.

Selain renovasi sekolah, pemerintah juga tengah membangun kampus SMA Taruna Nusantara baru di kawasan Ibu Kota Nusantara, Sulawesi Utara, dan Sumatra Selatan. Presiden menargetkan seluruh kampus tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir Desember 2026.

Presiden mengungkapkan rencana pembentukan sedikitnya 20 sekolah unggulan baru dengan nama SMA Garuda. Ke depan, pemerintah menargetkan setiap provinsi memiliki minimal satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda.

Baca Juga :  Kemnaker Sesuaikan Uang Saku Magang dengan Kenaikan UM 2026

Lebih lanjut, Presiden juga mencanangkan pembangunan sekolah unggulan terintegrasi di setiap kabupaten, dengan target sekitar 500 sekolah dalam empat tahun ke depan.

Prabowo menekankan pentingnya pendidikan karakter, akhlak, dan integritas. Ia meminta para pimpinan lembaga pendidikan, kepala sekolah, serta tenaga pendidik menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Kita ingin mencetak kader yang patriotik, cinta tanah air, bertanggung jawab, jujur, dan tidak korupsi. Pemimpin yang berbuat terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” tegas Kepala Negara. Sumber InfoPublik

 

Editor: Diki

Berita Terkait

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030
Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:15

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Berita Terbaru