Penanganan Karhutla Kalbar, 198 Titik Panas Terdeteksi

Sabtu, 22 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Presiden Prabowo Subianto tiba di Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (22/8/2026). (Tangkapan Layar BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto tiba di Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (22/8/2026). (Tangkapan Layar BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Prabowo tiba di Posko Karhutla Kota Pontianak, Sabtu (22/8/2026), lalu memimpin rapat bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait.

Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta laporan kondisi terbaru karhutla sebagai dasar menentukan langkah penanganan di lapangan.

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat secara nyata,” kata Prabowo, dikutip dari tayangan resmi YouTube Sekretariat Presiden.

Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo, melaporkan hasil pemantauan titik panas selama 24 jam terakhir.

BNPB mendeteksi 198 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat. Kondisi itu mengindikasikan adanya titik api dan asap di lokasi yang terpantau.

Baca Juga :  Negara Hadir, Warga Miangas Bakal Nikmati Internet Lebih Stabil

“Kami laporkan tentang situasi terkini pantauan hotspot yang selama 24 jam berdasarkan satelit terdeteksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi,” ujar Asrianus.

Selain itu, BNPB mencatat sekitar 3.100 titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

Titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi banyak tersebar di wilayah selatan Kalimantan Barat, terutama Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Titik lainnya terpantau di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas.

Baca Juga :  Mendagri: BPHTB 0 Persen untuk MBR Dongkrak Pembangunan Rumah dan Ekonomi Daerah

BNPB juga memaparkan potensi hujan ringan pada 21–27 Agustus 2026. Hujan diperkirakan lebih banyak terjadi di wilayah timur Kalimantan Barat.

Sebelumnya, pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11–18 Agustus 2026. Namun, operasi dihentikan sementara karena tidak menemukan awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian.

BNPB bersama BMKG kini menyiapkan OMC kembali pada 23–27 Agustus 2026 seiring meningkatnya potensi pertumbuhan awan.

“Kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” kata Asrianus. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Berita Terbaru