Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepri menggelar Seminar Literasi Keuangan bertema Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji di Tanjungpinang, Selasa (11/5/2026).
OJK Kepri memanfaatkan pendekatan budaya Melayu untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Seminar tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pustakawan, mahasiswa, akademisi, pegiat budaya, dan masyarakat umum.
Seminar membahas pemikiran Raja Ali Haji terkait etika, amanah, dan pengelolaan keuangan yang dinilai masih relevan dengan ekonomi modern.
Mewakili Kepala OJK Kepri Muhammad Lutfi, Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen menegaskan literasi keuangan menjadi kebutuhan masyarakat saat ini.
“Literasi keuangan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Masyarakat harus mampu mengelola keuangan secara bijak dan terhindar dari utang tidak produktif,” ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepri Moh. Bisri juga mendorong masyarakat menghidupkan kembali nilai-nilai Raja Ali Haji melalui budaya literasi.
Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepri Anastasia Wiwik Swastiwi hadir sebagai narasumber. Ia memaparkan pentingnya perencanaan keuangan dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Dalam kegiatan itu, OJK Kepri menyerahkan 17 buku literasi keuangan untuk berbagai jenjang pendidikan dan kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan PMI.
OJK Kepri juga memperkuat program literasi melalui pengembangan Pojok Literasi dan program OJK PEDULI di perpustakaan daerah.






