Pulau Penawar Rindu, Belakang Padang: Jejak Sejarah Awal Batam

Minggu, 14 Desember 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu, Kota Batam. Foto: Metroposid

Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu, Kota Batam. Foto: Metroposid

Batam, metroposid.com: Inilah salah satu destinasi sejarah lahirnya Kota Batam selepas memisahkan diri dari Pronvinsi Riau. Yah, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau, dikenal dengan julukan Pulau Penawar Rindu.

Julukan ini bukan tanpa alasan. Kawasan yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura tersebut menyimpan sejarah panjang sebagai cikal bakal terbentuknya Kota Batam.

Pada masa lalu, Belakang Padang merupakan bagian dari wilayah administratif Provinsi Riau. Namun, sejak tahun 2004, kawasan ini resmi masuk dalam Provinsi Kepulauan Riau.

Bahkan, Belakang Padang pernah menjadi pusat pemerintahan daerah saat Batam masih berstatus Kota Madya (Kodya Batam). Ini masih bisa dilihat dari alamat yang tertera di plang ruko-ruko di Belakang Padang.

Pulau penyangga ini memiliki peran strategis karena letaknya yang berhadapan langsung dengan Singapura. Dari sinilah awal mula Batam berkembang menjadi kota industri dan kawasan strategis nasional.

Baca Juga :  Dua Restoran Indonesia Masuk Asia’s 50 Best Restaurants 2026

Meski perkembangan kota terus berjalan, Belakang Padang masih mempertahankan ciri khasnya. Sejumlah bangunan lama tetap berdiri, seperti Kantor Imigrasi Belakang Padang Kelas II yang merupakan kantor imigrasi pertama di Batam, Pos Angkatan Laut (AL), Polsek, serta beberapa kantor pemerintahan lainnya.

Keunikan lain yang masih bertahan adalah becak kayu dayung sebagai moda transportasi darat. Becak-becak ini tampak berjejer menunggu penumpang di sekitar pintu keluar pelabuhan, tepatnya di depan Kantor Polsek Belakang Padang. Keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain wisata sejarah, Belakang Padang juga menawarkan wisata kuliner khas. Pengunjung dapat singgah ke Kedai Teh Tarik Ameng, Es Campur Apek Botak, serta sejumlah kedai makan legendaris lainnya. Tak ketinggalan, Pasar Belakang Padang yang menyediakan berbagai oleh-oleh khas untuk dibawa pulang.

Baca Juga :  Khutbah Idulfitri di Batam, Ansar Tekankan Persaudaraan dan Bakti kepada Orang Tua

Saat ini, pusat pemerintahan Kota Batam telah berpindah ke kawasan Batam Centre. Meski demikian, Belakang Padang tetap dirindukan dan menjadi salah satu destinasi andalan Kota Batam. Dari kawasan ini, pengunjung bahkan dapat melihat langsung wilayah Negara Singapura.

Pulau Penawar Rindu ini tidak hanya diminati wisatawan lokal dan nusantara, tetapi juga wisatawan mancanegara, seperti dari Singapura, Malaysia, Korea, China, dan negara lainnya.

Untuk menuju Belakang Padang, pengunjung dapat menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 15 menit dari Pelabuhan Pancung Sekupang dengan tarif tiket kapal sekitar Rp20 ribu. Selama perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan laut yang menawan dan pengalaman yang tak terlupakan.

 

Editor: Bibah

Berita Terkait

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026
Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026
Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia
Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka
Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu
Kemenpar Bidik Wisatawan Korea Selatan, Raup Potensi Devisa Rp9,4 Miliar
Penyengat Heritage 2026 Perkuat Wisata Budaya dan Pelestarian Lingkungan
Ansar Dorong Permainan Rakyat Kepri Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:25 WIB

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:11 WIB

Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 00:56 WIB

Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:01 WIB

Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu

Berita Terbaru