Pulau Penawar Rindu, Belakang Padang: Jejak Sejarah Awal Batam

Minggu, 14 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu, Kota Batam. Foto: Metroposid

Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu, Kota Batam. Foto: Metroposid

Batam, metroposid.com: Inilah salah satu destinasi sejarah lahirnya Kota Batam selepas memisahkan diri dari Pronvinsi Riau. Yah, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau, dikenal dengan julukan Pulau Penawar Rindu.

Julukan ini bukan tanpa alasan. Kawasan yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura tersebut menyimpan sejarah panjang sebagai cikal bakal terbentuknya Kota Batam.

Pada masa lalu, Belakang Padang merupakan bagian dari wilayah administratif Provinsi Riau. Namun, sejak tahun 2004, kawasan ini resmi masuk dalam Provinsi Kepulauan Riau.

Bahkan, Belakang Padang pernah menjadi pusat pemerintahan daerah saat Batam masih berstatus Kota Madya (Kodya Batam). Ini masih bisa dilihat dari alamat yang tertera di plang ruko-ruko di Belakang Padang.

Pulau penyangga ini memiliki peran strategis karena letaknya yang berhadapan langsung dengan Singapura. Dari sinilah awal mula Batam berkembang menjadi kota industri dan kawasan strategis nasional.

Baca Juga :  Pemko Batam Serap Aspirasi Warga Lewat Musrenbang

Meski perkembangan kota terus berjalan, Belakang Padang masih mempertahankan ciri khasnya. Sejumlah bangunan lama tetap berdiri, seperti Kantor Imigrasi Belakang Padang Kelas II yang merupakan kantor imigrasi pertama di Batam, Pos Angkatan Laut (AL), Polsek, serta beberapa kantor pemerintahan lainnya.

Keunikan lain yang masih bertahan adalah becak kayu dayung sebagai moda transportasi darat. Becak-becak ini tampak berjejer menunggu penumpang di sekitar pintu keluar pelabuhan, tepatnya di depan Kantor Polsek Belakang Padang. Keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain wisata sejarah, Belakang Padang juga menawarkan wisata kuliner khas. Pengunjung dapat singgah ke Kedai Teh Tarik Ameng, Es Campur Apek Botak, serta sejumlah kedai makan legendaris lainnya. Tak ketinggalan, Pasar Belakang Padang yang menyediakan berbagai oleh-oleh khas untuk dibawa pulang.

Baca Juga :  Menpar Minta Destinasi Wisata Utamakan Keselamatan Selama Libur Sekolah 2026

Saat ini, pusat pemerintahan Kota Batam telah berpindah ke kawasan Batam Centre. Meski demikian, Belakang Padang tetap dirindukan dan menjadi salah satu destinasi andalan Kota Batam. Dari kawasan ini, pengunjung bahkan dapat melihat langsung wilayah Negara Singapura.

Pulau Penawar Rindu ini tidak hanya diminati wisatawan lokal dan nusantara, tetapi juga wisatawan mancanegara, seperti dari Singapura, Malaysia, Korea, China, dan negara lainnya.

Untuk menuju Belakang Padang, pengunjung dapat menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 15 menit dari Pelabuhan Pancung Sekupang dengan tarif tiket kapal sekitar Rp20 ribu. Selama perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan laut yang menawan dan pengalaman yang tak terlupakan.

 

Editor: Bibah

Berita Terkait

September, FOX Hotel Nagoya Batam Tebar Ragam Promo Kuliner
Tour de Bintan 2026 Kembali, 800 Pesepeda dari 42 Negara Siap Taklukkan Bintan
Kepri Percepat Penataan Pulau Penyengat, Siapkan Museum Bahasa Nasional
Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026
Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026
Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia
Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka
Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 19:26

September, FOX Hotel Nagoya Batam Tebar Ragam Promo Kuliner

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:15

Tour de Bintan 2026 Kembali, 800 Pesepeda dari 42 Negara Siap Taklukkan Bintan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:58

Kepri Percepat Penataan Pulau Penyengat, Siapkan Museum Bahasa Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:25

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:11

Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06