Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengakui pemerintah daerah masih menghadapi persoalan mendasar, terutama krisis air bersih, pengelolaan sampah, dan banjir.
Amsakar menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, persoalan sampah dipicu penutupan Zona A Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur oleh kementerian terkait. Penutupan ini sempat menyebabkan antrean panjang armada pengangkut sampah.
Pemko Batam merespons cepat dengan mengalokasikan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan menormalkan operasional Zona B. Dukungan pelaku usaha melalui pengerasan jalan menuju TPA senilai Rp3–4 miliar turut memperlancar pengangkutan sampah.
“Pengelolaan sampah tidak bisa instan. Armada sempat mengantre hingga empat jam dengan tumpukan mencapai 20 meter. Alhamdulillah, kondisi mulai terurai berkat kolaborasi berbagai pihak,” ujar Amsakar.
Di sektor lain, Pemko Batam terus memperbaiki layanan air bersih di 18 kawasan stres air. Pemerintah juga menormalisasi drainase dan membangun pompa untuk menekan titik rawan banjir di wilayah perkotaan.
Editor: Rega






