Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan Batam tidak melakukan impor beras. Ia memastikan seluruh beras yang beredar berasal dari produksi dalam negeri.
“Direktorat Lalu Lintas Barang tidak pernah menerbitkan izin impor beras. Artinya, beras di Batam adalah komoditas domestik,” kata Amsakar.
Ia menyampaikan pernyataan itu untuk merespons isu dugaan masuknya beras impor ke Batam. Amsakar mengaku Menteri Perdagangan, Amran Sulaiman, memanggilnya langsung untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Saya sudah memeriksa seluruh dokumen di kawasan FTZ dan skema DDP. Tidak ada aktivitas impor beras ke Batam,” bebernya.
Amsakar mengakui masyarakat Batam membutuhkan beras premium, sementara stok Bulog didominasi beras medium. Pemerintah daerah pun meminta dukungan pemerintah pusat.
Pada 26 November 2025, Batam menerima 48 ton beras premium merek Befood Sentra Ramos dan Befood Punabawan dari SPB Subang melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Di hari yang sama, 8 ton beras Befood Punabawan dikirim dari Lampung.
Selain itu, pemerintah menjadwalkan pengiriman sekitar 4.000 ton beras kemasan 50 kilogram dengan kadar broken 15 persen dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Pengiriman sempat terkendala ketersediaan transporter.
“Dengan pasokan yang sudah masuk dan yang akan dikirim, cadangan beras premium Batam aman,” tegas Amsakar.
Editor: Yuli






