Cegah Perceraian Lewat Pendidikan Pra-Nikah

Senin, 29 Desember 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BP4 Kota Batam Masa Bhakti 2025-2030, Senin (29/12/2025) di Kantor Wali Kota Batam. Foto: Humas Diskominfo Batam

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BP4 Kota Batam Masa Bhakti 2025-2030, Senin (29/12/2025) di Kantor Wali Kota Batam. Foto: Humas Diskominfo Batam

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, serius menanggapi tingginya angka perceraian di Kota Batam beberapa tahun terakhir. Untuk mencegah masalah rumah tangga sejak dini, ia menekankan penguatan ketahanan keluarga melalui pendidikan pra-nikah dan pendampingan lintas sektor.

“Ketahanan keluarga harus dibangun sejak remaja hingga tahap pra-nikah melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan,” ujar Amsakar saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BP4 Kota Batam Masa Bhakti 2025-2030, Senin (29/12/2025) di Kantor Wali Kota Batam.

Data terbaru menunjukkan persentase perceraian di Batam pada 2024 mencapai 6,32 persen, lebih tinggi dibanding Kota Tanjungpinang (5,82 persen) dan Kabupaten Kepulauan Anambas (4,18 persen). Lima tahun terakhir, angka perceraian di Batam terus naik, dari 1.963 kasus pada 2020 menjadi 2.329 kasus pada 2024.

Baca Juga :  Ansar Dorong Pelajar Kepri Kuasai Nilai Kebangsaan lewat KEMAS

Amsakar menyebut berbagai faktor yang memicu perceraian, mulai dari masalah ekonomi, perselingkuhan, penyalahgunaan media sosial, kekerasan rumah tangga, hingga pernikahan usia dini.

Karena itu, ia meminta semua pihak terkait, termasuk KUA dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga, bekerja sama untuk merumuskan kebijakan yang memperkuat keluarga.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Tutup Satgas Nataru 2025/2026, Pasokan Energi Sumbagut Aman

Ia juga mengingatkan hubungan antara pernikahan dini dan stunting. “Pernikahan usia dini tidak hanya meningkatkan risiko perceraian, tapi juga berpotensi menyebabkan stunting pada anak. Penanganan kedua isu ini harus simultan dan berbasis data akurat,” tegasnya.

Rakerda ini ditutup dengan penandatanganan MoU Bidang Pembinaan Keluarga Sakinah antara BP4 Kota Batam, Dinas P3AP2 dan KB Batam, Kadisdik Batam, KUA se-Batam, STAI Ibnu Sina, serta SMAN 1 dan SMKN 1 Batam.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Oca Terpilih Pimpin IJTI Kepri Periode 2026–2030
Toto Haryanto Silitonga Dikukuhkan sebagai Kepala BPS Kepri
Pemprov Kepri Perkuat Penggunaan Bahasa Indonesia
Pemprov Kepri Raih UHC Award 2026 Kategori Provinsi Pratama
PLN Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahap 2 untuk Korban Banjir di Sumatra
Ratusan Peserta Didik KKP RI Diterjunkan Jadi Relawan Bencana di Aceh
Ansar Dorong Pelajar Kepri Kuasai Nilai Kebangsaan lewat KEMAS
Mendagri Salurkan Bantuan Presiden untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:30 WIB

Oca Terpilih Pimpin IJTI Kepri Periode 2026–2030

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:06 WIB

Toto Haryanto Silitonga Dikukuhkan sebagai Kepala BPS Kepri

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:39 WIB

Pemprov Kepri Perkuat Penggunaan Bahasa Indonesia

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:25 WIB

Pemprov Kepri Raih UHC Award 2026 Kategori Provinsi Pratama

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:49 WIB

PLN Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahap 2 untuk Korban Banjir di Sumatra

Berita Terbaru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pemulihan aset negara (asset recovery) sepanjang 2025. Foto: Dok KPK

Nasional

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:41 WIB

Gusti Yenosa atau Oca, kembali terpilih sebagai Ketua IJTI Kepri periode 2026–2030, dalam pemilihan demokratis di Hotel Pelangi Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026). Foto: Istimewa

Daerah

Oca Terpilih Pimpin IJTI Kepri Periode 2026–2030

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:30 WIB