Inflasi Kepri Desember 2025 Masih Terkendali, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Emas jadi pemicu inflasi Kepri Desember 2025. Foto: Metroposid

Emas jadi pemicu inflasi Kepri Desember 2025. Foto: Metroposid

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri naik 1,14% secara bulanan (mtm), lebih tinggi dari 0,23% pada November. Secara tahunan (yoy), inflasi Kepri mencapai 3,47%, meningkat dari 3,00% pada bulan sebelumnya.

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Ardhienus, mengatakan bahwa tiga kabupaten/kota Batam, Tanjungpinang, dan Karimun masih berhasil menjaga inflasi.

“Inflasi bulanan tercatat 1,14% di Batam, 1,28% di Tanjungpinang, dan 0,92% di Karimun. Inflasi tahunan berada pada kisaran 2,72%–3,68%. Data ini menunjukkan bahwa Kepri berhasil menjaga inflasi sepanjang 2025 dalam rentang sasaran,” ujarnya.

Ardhienus menjelaskan, kenaikan inflasi Desember terutama terjadi karena naiknya harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,91% (mtm) dengan andil 0,85%.

Baca Juga :  Pemko Batam Perkuat Pencegahan Korupsi Bersama KPK

“Harga cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah naik karena pasokan terbatas akibat bencana hidrometeorologi di sentra penghasil pangan Sumatera bagian utara, sekaligus permintaan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 1,63% (mtm) dengan andil 0,12%, terutama karena harga emas naik di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, kelompok transportasi mencatat inflasi 1,13% (mtm) dengan andil 0,16%, karena mobilitas masyarakat meningkat dan kegiatan MICE berlangsung, meski sebagian kenaikan tertahan oleh periode diskon transportasi.

Ardhienus menekankan, koordinasi erat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di provinsi dan kabupaten/kota membantu mengendalikan inflasi.

Baca Juga :  Penyengat Heritage 2026 Perkuat Wisata Budaya dan Pelestarian Lingkungan

Menjelang Januari 2026, Ardhienus memperingatkan bahwa tren kenaikan harga emas dunia dan normalisasi tarif angkutan laut setelah diskon transportasi dapat mendorong inflasi. Sementara itu, normalisasi permintaan pangan pasca Natal dan Tahun Baru serta penurunan harga BBM non-subsidi per 1 Januari 2026 menahan laju inflasi.

BI bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas harga. Kami meningkatkan produksi pangan, menggelar pasar murah, memperkuat KAD, dan mengoordinasikan pengendalian inflasi agar Kepri mampu mempertahankan inflasi 2026 di rentang sasaran 2,5% ± 1%.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Ansar Terima Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Kepri, Lepas Ahmad Shalihin Bertugas ke Lampung
Pemprov Kepri Ajukan Ranperda Peternakan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Selvi Ananda Kunjungi LPKA Batam, Pastikan Anak Binaan Dapat Bekal Masa Depan
Firmansyah Tekankan Proyek Perubahan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Posyandu Kepri Bertransformasi, Layani Enam Bidang SPM hingga Wilayah Terluar
Ansar Ajukan KUA-PPAS APBD Kepri 2027, Fokus Dorong Ekonomi dan Percepat Pembangunan
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas di Sumbagut, Batam FTZ Kini Mulai Rp97 Ribu
Pemprov Kepri Matangkan Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Selvi Ananda Dijadwalkan Hadir
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:05 WIB

Ansar Terima Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Kepri, Lepas Ahmad Shalihin Bertugas ke Lampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:54 WIB

Pemprov Kepri Ajukan Ranperda Peternakan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:11 WIB

Selvi Ananda Kunjungi LPKA Batam, Pastikan Anak Binaan Dapat Bekal Masa Depan

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:39 WIB

Firmansyah Tekankan Proyek Perubahan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:29 WIB

Posyandu Kepri Bertransformasi, Layani Enam Bidang SPM hingga Wilayah Terluar

Berita Terbaru