Kepri dan NTT Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dalam pertemuan berlangsung di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (11/5/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dalam pertemuan berlangsung di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (11/5/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (11/5/2026). Kedua kepala daerah membahas penguatan stabilitas inflasi, ketahanan pangan, dan studi banding Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTT ke Kepri.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto, serta sejumlah kepala OPD dari kedua provinsi.

Emanuel mengatakan Kepri dan NTT memiliki karakteristik daerah yang hampir serupa sehingga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.

“Kepri dan NTT bisa saling melengkapi untuk membangun kerja sama konkret ke depan,” kata Emanuel.

Ia menyebut inflasi NTT masih terkendali di bawah tiga persen dan masuk kategori aman berdasarkan indikator Kemendagri dan Kemenkeu.

“Pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2025 mencapai 5,14 persen dan naik menjadi 5,32 persen pada triwulan I 2026,” ujarnya.

Emanuel menegaskan Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong munculnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di setiap kabupaten dan kota.

Menurutnya, Kota Kupang dan Kabupaten Manggarai Barat masih menjadi motor utama ekonomi daerah. Namun, pemerintah ingin mempercepat pertumbuhan wilayah lain sesuai potensi masing-masing daerah.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Ajak ASN Hemat Energi dan Dukung Program Asta Cita

“Kami ingin setiap daerah berkembang lewat sektor unggulannya sendiri,” ujarnya.

Ansar Ahmad memaparkan berbagai potensi unggulan Kepri, mulai dari sektor kelautan, perikanan, pariwisata, hingga investasi.

Ansar menyebut Kepri memiliki wilayah laut seluas 417 ribu kilometer persegi dan kawasan konservasi perikanan budidaya mencapai 2,9 juta hektare.

“Potensi tangkapan perikanan Kepri mencapai 1,3 juta ton dengan komoditas unggulan seperti cumi-cumi, lobster, udang, dan ikan karang,” kata Ansar.

Di sektor pariwisata, Ansar mengatakan Kepri menjadi salah satu dari tiga pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar di Indonesia bersama Bali dan DKI Jakarta.

Kepri juga terus mengembangkan wisata olahraga internasional dan konsep cross border tourism bersama Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Ansar turut menyoroti kawasan wisata Lagoi di Kabupaten Bintan dan wisata halal Pulau Penyengat di Tanjungpinang yang meraih penghargaan ADWI 2023.

Ansar juga memaparkan perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri. Salah satunya KEK Galang Batang yang mencatat realisasi investasi mencapai Rp21 triliun hingga akhir 2024.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Mulai Susun RKPD 2027, Serap Aspirasi Publik Se-Kepri

Selain itu, KEK Batam Nongsa Digital Park berkembang sebagai pusat teknologi informasi dan pengembangan kecerdasan buatan yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura dan pasar global.

“Di kawasan ini juga terdapat data center Indonesia untuk pengembangan dunia digital dan artificial intelligence,” ujarnya.

Ansar mengatakan inflasi Kepri pada April 2026 tercatat sebesar 3,06 persen. Kepri juga meraih TPID Award 2024 sebagai TPID provinsi terbaik di Sumatera.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I 2026 mencapai 7,04 persen year on year. Kepri menjadi yang tertinggi di Sumatera dan peringkat kelima nasional,” jelasnya.

Ansar menambahkan angka kemiskinan Kepri turun menjadi 4,26 persen pada September 2025, terendah di Sumatera dan keempat terendah secara nasional.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 mencapai 80,53 atau tertinggi di luar Pulau Jawa. Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri juga naik menjadi 83,68 poin dan masuk tiga besar regional Sumatera.

Editor: Difky

Berita Terkait

Nyanyang Dorong Program Koperasi Merah Putih Menjangkau Wilayah Kepulauan Kepri
Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Hari Marwah Kepri ke-24
TPID Kepri Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center
OJK Kepri Angkat Pemikiran Raja Ali Haji dalam Literasi Keuangan
Menteri Trenggono dan Ansar Resmikan Pabrik Ikan PT BIG di Bintan
Pemprov Kepulauan Riau Dorong Penguatan Investasi Migas dan Percepatan Perpanjangan Kontrak KKKS
Pertamina Dukung Sakkamadeha Kembangkan Tenun Ulos Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif
Komisi I DPRD Kepri Minta KI Terus Kawal Keterbukaan Informasi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:57 WIB

Nyanyang Dorong Program Koperasi Merah Putih Menjangkau Wilayah Kepulauan Kepri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:51 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Hari Marwah Kepri ke-24

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:42 WIB

TPID Kepri Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:56 WIB

OJK Kepri Angkat Pemikiran Raja Ali Haji dalam Literasi Keuangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:31 WIB

Menteri Trenggono dan Ansar Resmikan Pabrik Ikan PT BIG di Bintan

Berita Terbaru

Dewi Kumalasari Ansar mengukuhkan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Batam periode 2026-2031 di Wyndham Panbil, Sabtu (16/5/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Batam

Dewi Kumalasari Ansar Kukuhkan Pengurus YKI Batam

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:23 WIB