Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) menggelar Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026. Kegiatan ini berlangsung serentak di Batam dan Tanjungpinang pada 2–8 Maret 2026.
Pembukaan KURMA 2026 digelar di One Mall Batam, Batam Centre, Rabu (4/3/2026).
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, menegaskan KURMA merupakan bentuk dukungan nyata bagi pengembangan ekonomi syariah yang terintegrasi dengan sektor riil, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Program ini menjadi dukungan langsung bagi pengembangan ekonomi syariah dan UMKM. Kami menilai kegiatan ini sangat strategis bagi Batam dan Kepulauan Riau,” ujarnya.
Rony menjelaskan, di tengah dinamika ekonomi global, perekonomian Kepri justru menunjukkan kinerja positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 6,9 persen atau tertinggi di Sumatera, dengan inflasi yang tetap terkendali.
Menurutnya, capaian tersebut didorong oleh kuatnya struktur industri di Batam yang didominasi sektor elektronik, galangan kapal, logistik, dan perdagangan. Selain itu, keberadaan BP Batam turut memperkuat arus investasi dan meningkatkan efisiensi industri.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi membuka KURMA 2026. Ia menegaskan kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menggerakkan sektor riil, terutama pelaku UMKM.
Menurutnya, penguatan ekosistem ekonomi syariah perlu berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata halal dan pelestarian budaya lokal.
“Melalui Kepulauan Riau Ramadan Fair, kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM,” katanya.
Nyanyang menambahkan, KURMA 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga yang terwujud melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepri, KDEKS Kepri, BI Perwakilan Kepri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
KURMA 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari festival kuliner UMKM, lomba bernuansa Ramadan, edukasi dan literasi keuangan syariah, layanan publik bagi masyarakat dan pelaku usaha, hingga Gerakan Pangan Murah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara berharap dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Bank Indonesia Kepri menargetkan transaksi penjualan UMKM selama KURMA 2026 dapat mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
Editor: Yuli






