PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD dari Lapangan Mako Selama 10 Tahun

Jumat, 6 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan bahwa persetujuan _Final Investment Decision_ (FID) Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan produksi gas nasional. Foto: Istimewa

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan bahwa persetujuan _Final Investment Decision_ (FID) Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan produksi gas nasional. Foto: Istimewa

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengamankan pasokan gas 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung selama 10 tahun. Kepastian ini muncul setelah proyek tersebut mencapai Final Investment Decision (FID).

Operator West Natuna Exploration Limited (WNEL) mengelola Lapangan Mako di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, pada kedalaman sekitar 80 meter. Pemerintah menargetkan lapangan ini mulai berproduksi pada 2027.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan FID menjadi langkah penting untuk meningkatkan produksi gas nasional.

“FID menandai kesiapan proyek memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh guna meningkatkan lifting gas nasional,” ujar Djoko.

Baca Juga :  TP-PKK dan Baznas Batam Perkuat Sinergi Pembinaan Akhlak Mulia

 

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyambut FID Lapangan Mako. Ia menilai keputusan ini memastikan pasokan gas sesuai Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PLN EPI dan WNEL yang ditandatangani pada 11 Juli 2025.

Ia menjelaskan kebutuhan listrik di Batam dan Sumatra Bagian Tengah terus meningkat.

“Kebutuhan listrik di wilayah ini tumbuh sekitar 12–15 persen per tahun dan sebagian besar dipasok pembangkit berbahan bakar gas,” kata Rakhmad.

Di sisi lain, pasokan gas dari daratan Sumatra terus menurun. Karena itu, pasokan gas dari Natuna menjadi penting untuk menjaga ketahanan energi.

Baca Juga :  Ditpam BP Batam Bersama TNI-Polri Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di Bandara Hang Nadim

 

Untuk mendukung penyaluran gas tersebut, PLN EPI membangun pipa WNTS–Pemping. Pipa ini akan mengalirkan gas dari Natuna ke Batam.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mengatakan pembangunan pipa terus berjalan setelah groundbreaking pada 10 Februari 2026.

“Pipa WNTS–Pemping kami targetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk menyalurkan gas ke sistem kelistrikan Batam,” ujar Erma.

Ia menambahkan pembangunan infrastruktur gas ini sekaligus mendukung upaya transisi menuju sistem energi yang lebih bersih.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Warga Galang Minta Pemerintah Perluas Jaringan Air Bersih dan Benahi Jalan
Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:49

Warga Galang Minta Pemerintah Perluas Jaringan Air Bersih dan Benahi Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Berita Terbaru