Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan perombakan besar-besaran di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh terhadap kinerja dan tata kelola institusi tersebut.
Perombakan menyasar pejabat mulai dari kepala kantor wilayah hingga pimpinan di lima pelabuhan utama. Pemerintah juga akan menonaktifkan sementara sejumlah pejabat sebagai bentuk penegasan pengawasan.
“Perubahan ini diperlukan agar Bea dan Cukai bekerja lebih optimal dan mencegah kebocoran penerimaan negara,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan, rotasi dan penonaktifan sementara menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran agar bekerja lebih serius dan bertanggung jawab.
Purbaya menilai sumber daya manusia DJBC memiliki kapasitas yang memadai, namun membutuhkan dorongan kuat agar kinerjanya maksimal dalam mengejar target penerimaan negara tahun ini.
Pengisian jabatan pascaperombakan akan dilakukan dari internal DJBC. Menurutnya, mendatangkan pejabat dari luar justru memperlambat kinerja karena kompleksitas tugas Bea dan Cukai.
Sejumlah pejabat akan digantikan figur yang lebih muda, sementara lainnya dipindahkan atau dinonaktifkan sementara sesuai kebutuhan organisasi.
Selain DJBC, Purbaya juga memberi sinyal penataan ulang di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), meski belum merinci langkah yang akan diambil. Sumber InfoPublik
Editor: Yuli






