Menpar RI: Pariwisata Indonesia Melampaui Sekadar Tujuan Wisata

Rabu, 21 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Forum bertajuk “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future”, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/1/2026), Foto: Istimewa

Forum bertajuk “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future”, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/1/2026), Foto: Istimewa

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan capaian dan arah baru pengembangan pariwisata Indonesia di hadapan Harvard Indonesian Student Association (HISA) di Jakarta.

Dalam forum “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” di Balairung Soesilo Soedarman, Selasa (20/1/2026), Widiyanti menegaskan kekuatan fundamental Indonesia sebagai negara kepulauan. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, keanekaragaman hayati tinggi, serta lebih dari 6.100 desa wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. UN Tourism telah menetapkan lima desa wisata Indonesia sebagai desa wisata terbaik dunia.

Indonesia juga mengelola 12 UNESCO Global Geopark, memiliki 10 Situs Warisan Dunia, dan mencatatkan 16 warisan budaya takbenda di UNESCO.

Baca Juga :  Kemenpar Gandeng OTA Perkuat Verifikasi Legalitas Akomodasi

“Pariwisata Indonesia membangun ekosistem yang menyatukan alam, budaya, dan masyarakat, bukan bertumpu pada satu destinasi,” tegas Widiyanti.

Pemerintah memprioritaskan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal di 13 destinasi utama yang terdiri dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif. Pemerintah sekaligus memberi ruang bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk mengembangkan destinasi lain secara mandiri.

Sepanjang 2025, sektor pariwisata menunjukkan kinerja kuat. Indonesia mencatat 13,98 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 dan memproyeksikan angka tersebut meningkat menjadi 15,34 juta kunjungan hingga akhir tahun, melampaui target nasional.

Wisatawan internasional meningkatkan belanja rata-rata menjadi 1.259 dolar AS per kunjungan pada tiga kuartal pertama 2025. Kenaikan belanja ini mendorong devisa pariwisata mencapai 13,82 miliar dolar AS dan berpotensi menembus 18,53 miliar dolar AS hingga akhir tahun.

Baca Juga :  Ansar Jemput Dukungan Pusat untuk Percepat Penataan Pulau Penyengat

Sektor pariwisata juga menggerakkan penciptaan lapangan kerja. Hingga Agustus 2025, sektor ini menyerap 25,91 juta tenaga kerja dan menargetkan peningkatan menjadi 26,53 juta orang pada 2026.

Di tingkat ASEAN, Indonesia menempati peringkat kelima dari sisi jumlah kunjungan wisatawan. Namun, Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi kedua di kawasan. Widiyanti menilai kuatnya promosi negara tetangga serta kebijakan visa nasional menjadi tantangan yang perlu dibenahi.

Editor: Diki

Berita Terkait

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS
Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat
Kepri Raih Terbaik II Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Rp1,5 Miliar
Telkom Pamerkan OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
Kepri dan KomDigi Percepat Penuntasan Blank Spot dengan Satelit dan Frekuensi 700 MHz
Amsakar: Transmigrasi Percepat Pemerataan Pembangunan
Presiden Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN, Program MBG Masuki Babak Baru

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 00:34

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:59

OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:24

Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:28

Kepri Raih Terbaik II Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Rp1,5 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:15

Telkom Pamerkan OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06