Kepri dan KomDigi Percepat Penuntasan Blank Spot dengan Satelit dan Frekuensi 700 MHz

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura beraudiensi dengan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementrian KomDigi di Kantor Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Banhub Kepri)

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura beraudiensi dengan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementrian KomDigi di Kantor Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Banhub Kepri)

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi) untuk mempercepat penuntasan blank spot di wilayah perbatasan. Kedua pihak mengandalkan teknologi satelit dan frekuensi 700 MHz guna memperluas akses internet hingga ke pulau-pulau terluar.

Kesepakatan itu lahir dalam pertemuan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dengan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Wayan Toni Supriyanto di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dirjen PPI Wayan Toni Supriyanto menegaskan pemerintah pusat terus mempercepat pemerataan jaringan digital. Langkah itu bertujuan memperluas layanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.

KomDigi menetapkan enam lokasi prioritas pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Lingga, Natuna, dan Karimun. Telkomsel, XLSMART, serta Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) akan membangun jaringan dengan memanfaatkan frekuensi 700 MHz.

Frekuensi tersebut mampu menjangkau wilayah lebih luas. Teknologi ini juga mengurangi kebutuhan pembangunan BTS sehingga biaya pembangunan jaringan menjadi lebih efisien.

Baca Juga :  Ansar Tekankan Penguatan Pengamanan dan Layanan Nataru

Selain membangun BTS, KomDigi akan mengoptimalkan Satelit Republik Indonesia (SATRIA), memperkuat jaringan Palapa Ring, dan mengembangkan layanan komunikasi berbasis satelit untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan darat.

Melalui langkah itu, pemerintah menargetkan seluruh 207 titik blank spot di Kepulauan Riau segera menikmati layanan internet broadband.

“Upaya ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempercepat investasi dan membuka akses digital bagi masyarakat di pulau-pulau terluar,” kata Wayan.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menilai jaringan internet menjadi fondasi pembangunan di wilayah perbatasan. Menurutnya, konektivitas juga memperkuat kedaulatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Konektivitas adalah urat nadi kedaulatan dan kesejahteraan,” tegas Nyanyang.

Ia mengungkapkan Kepri masih memiliki 30 titik blank spot dan 177 titik dengan kualitas sinyal lemah. Kondisi itu menghambat pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Kepri-Singapura Perkuat Kerja Sama, Investasi Digital Jadi Fokus

Nyanyang menyebut keterbatasan jaringan ikut menghambat pembangunan Sekolah Rakyat dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, ia meminta percepatan pembangunan infrastruktur digital menjadi perhatian bersama.

Pemprov Kepri dan KomDigi juga berkomitmen memperluas akses internet bagi sekitar 78 ribu nelayan di kawasan pesisir. Kehadiran jaringan yang lebih baik diharapkan mendukung pendidikan, meningkatkan produktivitas, dan memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah.

“Internet membuat masyarakat di pulau-pulau terluar lebih mudah mengakses layanan negara tanpa harus menempuh perjalanan jauh,” ujar Nyanyang.

Wayan menambahkan, wilayah Kepri yang didominasi 98 persen lautan membuat pembangunan jaringan menjadi lebih menantang. Untuk mengatasinya, pemerintah menggabungkan teknologi satelit, Direct-to-Device (D2D), dan frekuensi 700 MHz.

“Kami akan memantau pembangunan di setiap lokasi prioritas agar Kepulauan Riau segera terbebas dari blank spot,” katanya.

Editor: Bibah

 

Berita Terkait

Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Dorong Promosi UMKM Batam Perluas Pasar
Erlita Perkuat Tata Kelola PKK, Posyandu, dan Dekranasda Batam
BP Batam-PT Pertamina Perkuat Layanan Aviasi di Hang Nadim
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS
Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat
Kepri Raih Terbaik II Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Rp1,5 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:45

Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Dorong Promosi UMKM Batam Perluas Pasar

Selasa, 22 September 2026 - 17:47

Erlita Perkuat Tata Kelola PKK, Posyandu, dan Dekranasda Batam

Minggu, 20 September 2026 - 12:53

BP Batam-PT Pertamina Perkuat Layanan Aviasi di Hang Nadim

Selasa, 15 September 2026 - 21:53

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026

Rabu, 2 September 2026 - 00:34

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga

Berita Terbaru