Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TBC) dan memperkuat pencegahan penularan.

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, tantangan penanganan TBC di Indonesia kini bukan lagi pada pengobatan, tetapi menemukan pasien yang belum teridentifikasi.

“Persoalan kita bukan lagi bagaimana mengobati pasien TBC, karena tingkat keberhasilan pengobatannya sudah sangat baik. Tantangan kita adalah menemukan kasus dan mencegah orang yang kontak erat agar tidak ikut sakit,” ujar Benjamin saat memberikan pengarahan di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, termasuk Cek Kesehatan Gratis di Kepri.

Benjamin menyebut pemberantasan TBC menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini mendorong penemuan kasus secara aktif agar pasien segera mendapat pengobatan sekaligus memutus rantai penularan.

Baca Juga :  TPID Kepri Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center

Di Kepri, tantangan itu semakin besar karena kondisi geografis kepulauan. Dari perkiraan sekitar 13 ribu kasus TBC, baru sekitar 6.000 hingga 7.000 kasus yang berhasil ditemukan.

Sebaliknya, pasien yang sudah teridentifikasi mendapat penanganan dengan hasil cukup baik. Tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Kepri mencapai sekitar 95 persen.

“Jadi kita relatif baik dalam mengobati, tetapi masih kurang dalam menemukan kasus dan melakukan pencegahan,” kata Benjamin.

Kemenkes mendorong pemerintah daerah mengubah pola penemuan kasus dari pasif menjadi aktif. Kader kesehatan, camat, lurah, pemerintah daerah hingga masyarakat perlu terlibat mencari warga yang berisiko terinfeksi.

Petugas juga harus memeriksa orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TBC. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi infeksi sejak dini dan mencegahnya berkembang menjadi penyakit.

Mereka yang memenuhi kriteria akan mendapat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah infeksi berkembang menjadi TBC.

Baca Juga :  Panbil Group Tebar Kasih Natal ke Anak-Anak Pesisir Pulau Kubung dan Pulau Todak

Kepri juga akan memperkuat program melalui pembentukan dan pengembangan Desa/Kelurahan Siaga TBC.

Untuk mempercepat penemuan kasus, Kemenkes menyiapkan 10 unit alat X-ray bagi Provinsi Kepri. Pemerintah menargetkan peralatan tersebut diserahkan pada bulan depan.

Kemenkes juga menyiapkan dukungan pembiayaan untuk pemeriksaan TBC, termasuk bagi tenaga kesehatan, radiografer, dokter dan kader yang menjalankan program tersebut.

Secara nasional, pemerintah mendorong pemerataan fasilitas pemeriksaan dengan menambah alat X-ray di puskesmas. Dukungan tenaga radiografer dan peremajaan fasilitas kesehatan juga menjadi bagian dari penguatan layanan.

Benjamin menegaskan, pemerintah tidak bisa hanya menunggu warga datang ketika sudah sakit. Penanganan TBC harus dimulai dari deteksi dini, pemeriksaan kontak erat dan pencegahan penularan.

“Keberhasilan program penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat,” tegasnya.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Ansar Dorong Percepatan Cek Kesehatan Gratis di Kepri
Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana
Ansar Rotasi Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Kepri
Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat
Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah
Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan 5.695 Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:13

Ansar Dorong Percepatan Cek Kesehatan Gratis di Kepri

Sabtu, 12 September 2026 - 22:06

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Kamis, 10 September 2026 - 21:47

Ansar Rotasi Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Kepri

Rabu, 9 September 2026 - 19:17

Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 21:31

Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06