Air Terjun Temburun, atau dikenal sebagai air terjun tujuh tingkat, berdiri megah di Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Destinasi wisata alam ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Air terjun setinggi 250 meter dari permukaan laut ini menyuguhkan aliran air yang dingin dan deras sepanjang tahun, bahkan saat musim kemarau. Setiap akhir pekan, warga dan wisatawan memanfaatkan kawasan ini untuk bersantai dan menikmati alam.
Pengunjung bisa bermain air atau bersantai di gazebo yang tersedia. Fasilitas seperti toilet umum juga sudah disiapkan. Pengelola mengimbau wisatawan tetap sopan dan menjaga kebersihan dengan membawa pulang sampah makanan maupun minuman.
Perjalanan menuju Air Terjun Temburun menyuguhkan pemandangan hutan hijau dan rumah-rumah warga. Meski akses jalan sudah beraspal, pengunjung tetap perlu berhati-hati karena beberapa ruas jalan menanjak dan berbukit.
Sesampainya di lokasi, rasa lelah langsung terbayar. Pemandangan laut biru dari ketinggian, deretan rumah penduduk, dan gemuruh air terjun menciptakan suasana yang menenangkan dan membuat pengunjung betah berlama-lama.
Namun, wisatawan perlu waspada saat musim hujan. Pada akhir tahun, debit air bisa meningkat dan meluap hingga ke jalan dan permukiman warga di bawahnya.
“Kalau masuk November hingga Desember, air pasti naik. Jalan dan rumah di bawah sering terdampak. Bahkan dulu pernah ada korban jiwa, jadi sekarang warga sudah antisipasi dengan mengungsi sementara,” ujar Dea, warga setempat.
Sebagai salah satu kabupaten termuda di Kepulauan Riau, Anambas menawarkan panorama maritim yang memukau. Wisatawan bisa mencapai daerah ini melalui jalur udara maupun laut. Selain itu, Anambas juga memiliki fasilitas modern serta beragam kuliner, khususnya hidangan laut yang menggugah selera.
Editor: Yuli






