Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperkuat pasokan dan menstabilkan harga beras untuk sekitar 2 juta penduduk serta wisatawan yang jumlahnya hampir sama dengan penduduk tetap.
Kamis (15/1/2026), Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura memimpin business matching stabilisasi beras di Graha Kepri. Kegiatan ini mempertemukan pengusaha beras lokal dengan pelaku usaha dari sentra produksi nasional untuk membangun kerja sama berkelanjutan.
Wagub Nyanyang menegaskan, kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan beras dan menjaga harga pangan pokok. Ia menekankan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga pasokan.
Kepri, dengan 98 persen wilayah laut dan 2 persen daratan, tidak bisa memproduksi beras sendiri. Provinsi ini mengandalkan pasokan dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan sentra produksi lain. Posisi strategis Kepri dekat Singapura dan Malaysia membuat wilayah ini menjadi tujuan wisata internasional dengan lalu lintas pengunjung tinggi.
“Kebutuhan beras Kepri mencapai 202 ribu ton per tahun, termasuk untuk rumah tangga, wisatawan mancanegara, dan nusantara. Mayoritas kebutuhan beras jenis premium,” kata Wagub. Ia menekankan pentingnya menjaga distribusi lancar melalui transportasi laut untuk mencegah hambatan pasokan.
Pemprov Kepri memberi apresiasi kepada pihak-pihak yang bersinergi menjaga pasokan dan harga, baik melalui penyediaan stok maupun pengawasan harga konsumen. Wagub berharap kegiatan ini memberikan solusi konkret, terutama menjelang Imlek, bulan puasa, dan Idulfitri.
Pertemuan ini dihadiri Pj Sekda Kepri Luki Zaiman Prawira, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rika Azmi, pejabat Kemenko Pangan dan Badan Pangan Nasional, TNI-AL, Polri, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Direktur Bulog Febby Novita, Ketua Perpadi Sutarto Alimoeso, Kepala BP Bintan Farid Irfan Sidik, serta pengusaha dan asosiasi beras dari berbagai daerah.
Editor: Diki






