Business Matching Beras: Strategi Kepri Hadapi Lonjakan Permintaan

Sabtu, 17 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Kerpi, Nyanyang Haris Pratamura memimpin pertemuan bisnis (business matching) stabilisasi pasokan dan harga beras Provinsi Kepri yang digelar di Graha Kepri, Kamis (15/1/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Wakil Gubernur Kerpi, Nyanyang Haris Pratamura memimpin pertemuan bisnis (business matching) stabilisasi pasokan dan harga beras Provinsi Kepri yang digelar di Graha Kepri, Kamis (15/1/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperkuat pasokan dan menstabilkan harga beras untuk sekitar 2 juta penduduk serta wisatawan yang jumlahnya hampir sama dengan penduduk tetap.

Kamis (15/1/2026), Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura memimpin business matching stabilisasi beras di Graha Kepri. Kegiatan ini mempertemukan pengusaha beras lokal dengan pelaku usaha dari sentra produksi nasional untuk membangun kerja sama berkelanjutan.

Wagub Nyanyang menegaskan, kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan beras dan menjaga harga pangan pokok. Ia menekankan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga pasokan.

Kepri, dengan 98 persen wilayah laut dan 2 persen daratan, tidak bisa memproduksi beras sendiri. Provinsi ini mengandalkan pasokan dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan sentra produksi lain. Posisi strategis Kepri dekat Singapura dan Malaysia membuat wilayah ini menjadi tujuan wisata internasional dengan lalu lintas pengunjung tinggi.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Bintan, Wagub Kepri Serahkan Zakat hingga Hibah Rp200 Juta untuk Masjid

“Kebutuhan beras Kepri mencapai 202 ribu ton per tahun, termasuk untuk rumah tangga, wisatawan mancanegara, dan nusantara. Mayoritas kebutuhan beras jenis premium,” kata Wagub. Ia menekankan pentingnya menjaga distribusi lancar melalui transportasi laut untuk mencegah hambatan pasokan.

Pemprov Kepri memberi apresiasi kepada pihak-pihak yang bersinergi menjaga pasokan dan harga, baik melalui penyediaan stok maupun pengawasan harga konsumen. Wagub berharap kegiatan ini memberikan solusi konkret, terutama menjelang Imlek, bulan puasa, dan Idulfitri.

Baca Juga :  Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan

Pertemuan ini dihadiri Pj Sekda Kepri Luki Zaiman Prawira, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rika Azmi, pejabat Kemenko Pangan dan Badan Pangan Nasional, TNI-AL, Polri, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Direktur Bulog Febby Novita, Ketua Perpadi Sutarto Alimoeso, Kepala BP Bintan Farid Irfan Sidik, serta pengusaha dan asosiasi beras dari berbagai daerah.

Editor: Diki

Berita Terkait

Seluruh Fraksi DPRD Kepri Setujui Ranperda Pengelolaan Aset Daerah
Pemerintah Kucurkan Rp480 Miliar untuk Penanganan Karhutla di 44 Daerah
Kepri Luncurkan SIMAKDARA, Perkuat Pengawasan Aset dan Keuangan Daerah
Dewi Kumalasari Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak
Perpres Ojol Terbit, Pemerintah Atur Kemitraan hingga Perlindungan Sosial
Wagub Kepri Tinjau Renovasi RSUD RAT, Rp19,98 Miliar Digelontorkan
Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum
BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:43

Pemerintah Kucurkan Rp480 Miliar untuk Penanganan Karhutla di 44 Daerah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:58

Kepri Luncurkan SIMAKDARA, Perkuat Pengawasan Aset dan Keuangan Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:03

Dewi Kumalasari Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:42

Perpres Ojol Terbit, Pemerintah Atur Kemitraan hingga Perlindungan Sosial

Kamis, 3 September 2026 - 20:17

Wagub Kepri Tinjau Renovasi RSUD RAT, Rp19,98 Miliar Digelontorkan

Berita Terbaru