Mendagri Tantang Daerah Berani Promosi dan Tembus Pasar Global

Rabu, 21 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian, saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara APKASI dan International Business Association (IBA) di Batam, Selasa malam (20/1/2026). Foto: Istimewa

Mendagri Tito Karnavian, saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara APKASI dan International Business Association (IBA) di Batam, Selasa malam (20/1/2026). Foto: Istimewa

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menantang pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia untuk lebih berani mempromosikan potensi produk dan investasi daerah. Ia menilai daerah memiliki kekayaan produk dan peluang investasi yang luar biasa, namun masih lemah dalam promosi, kreativitas, dan akses pasar global.

Tito menyampaikan hal itu saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara APKASI dan International Business Association (IBA) di Batam, Selasa malam (20/1/2026). Kerja sama tersebut bertujuan membuka pusat promosi dan investasi daerah di kawasan strategis Batam.

“Ide membuka pusat promosi ini bagus, tapi harus diiringi kerja keras. Indonesia punya potensi investasi dan produk yang sangat besar dan paling variatif di dunia, namun belum terjual dan terpromosikan dengan baik,” kata Tito di Kantor PPIB.

Baca Juga :  Ditpam BP Batam Bersama TNI-Polri Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di Bandara Hang Nadim

Ia membandingkan Indonesia dengan China dan India. Menurutnya, meski China unggul dari sisi volume dan India dari jumlah produksi, Indonesia unggul dalam keragaman produk, terutama kerajinan.

“Kerajinan paling variatif di dunia itu Indonesia. Dari Sumatera sampai Papua. Ragamnya luar biasa, tapi yang laku justru yang rajin promosi dan punya akses pasar,” ujarnya.

Tito menyoroti ironi banyaknya wisatawan Singapura dan Malaysia yang membeli produk Indonesia di Bogor, Bandung, dan Sarinah, sementara daerah asal produk belum mampu menjual langsung ke pasar global.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran di Batam Diprediksi Memuncak 24 dan 30 Maret

Di sektor investasi, Tito menegaskan peluang daerah tidak hanya di pertambangan dan perkebunan, tetapi juga hortikultura, pangan, dan industri kreatif. Ia mencontohkan tingginya kebutuhan pangan Singapura yang memiliki daya beli tinggi namun keterbatasan lahan.

“Singapura penduduknya kecil, tapi daya belinya tinggi. Mereka butuh suplai hortikultura. Ini peluang besar bagi daerah kita,” jelasnya.

Ia menekankan posisi strategis Batam yang hanya berjarak sekitar 45 menit dari Singapura harus dimanfaatkan sebagai jembatan promosi dan investasi.

“Singapura adalah hub keuangan dan bisnis global. Jangan disaingi, tapi manfaatkan ekosistemnya. Tarik investor dan pembeli lewat Batam,” tutup Tito.

Editor: Diki

Berita Terkait

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang
BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca, Bidik Hujan di Waduk hingga 2 November

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Berita Terbaru