Imigrasi Kepri Selidiki Dugaan Pungli WNA di Pelabuhan Batam Centre

Minggu, 29 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Pers Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Batuampar, Minggu (29/3/2026).

Konferensi Pers Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Batuampar, Minggu (29/3/2026).

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau menyelidiki dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum petugas Imigrasi Batam terhadap wisatawan mancanegara di Pelabuhan Internasional Batam Centre pada 14 Maret 2026.

Kepala Kanwil Imigrasi Kepri, Ujo Sutojo, mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi korban yang disebut dalam laporan media Singapura, Mothership.

“Media hanya menulis inisial AC dan Nay. Kami sudah meminta data tambahan, tetapi belum mendapat tanggapan,” kata Ujo di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Batuampar, Minggu (29/3/2026).

Tim Imigrasi Batam menelusuri data perlintasan serta rekaman CCTV di area pelabuhan. Hasilnya menunjukkan peristiwa tersebut melibatkan seorang warga negara Myanmar yang menjalani pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga :  Milenial dan Gen Z Jadi Target Utama Scam Digital

Petugas memeriksa yang bersangkutan karena tidak memiliki tiket kembali, salah satu syarat perjalanan internasional.

“Petugas menjalankan prosedur untuk mencegah potensi pelanggaran keimigrasian,” ujar Ujo.

Dalam proses pemeriksaan, muncul dugaan keterlibatan calo yang mengaku sebagai agen dan mencoba bernegosiasi dengan petugas.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya transaksi uang antara calo dan oknum petugas.

Calo awalnya meminta 100 dolar Singapura untuk tiga warga negara asing. Negosiasi kemudian berujung pada pembayaran 250 dolar Singapura.

Dari jumlah tersebut, sekitar 150 dolar Singapura diduga diberikan kepada oknum petugas.

Baca Juga :  Atasi Gangguan Suplai Air Bersih, BP Batam Bangun Interkoneksi Pipa

Oknum yang diduga terlibat berinisial JS, sementara calo berinisial AS.

“Jika terbukti bersalah, kami akan menindak tegas sesuai aturan disiplin pegawai,” tegas Ujo.

Imigrasi Kepri berjanji memperketat pengawasan di area pelabuhan, membatasi akses pihak luar ke area steril, serta menerapkan protokol penjemputan yang lebih ketat.

Kepala Kantor Imigrasi Batam Hajar Aswad juga meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Kami meminta maaf atas kesalahan petugas kami. Kami akan memperbaiki pelayanan ke depan,” ujarnya.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Firmansyah Ajak Mubaligh Tangkal Hoaks dan Jaga Persatuan
Warga Galang Minta Pemerintah Perluas Jaringan Air Bersih dan Benahi Jalan
Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:46

Firmansyah Ajak Mubaligh Tangkal Hoaks dan Jaga Persatuan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:49

Warga Galang Minta Pemerintah Perluas Jaringan Air Bersih dan Benahi Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Berita Terbaru