Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, menjadi narasumber pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XXV Tahun 2026. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepri menggelar kegiatan ini di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kepri, Ceruk Ijuk, Toapaya, Bintan, Rabu (29/4/2026).
Dalam materi “Profesionalisme ASN”, Misni menegaskan peran strategis ASN sebagai garda terdepan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, baik, dan berorientasi pelayanan publik. Ia menilai posisi Kepri sebagai beranda NKRI menuntut aparatur yang unggul dan berintegritas.
“Profesionalisme ASN tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga integritas, etika, dan komitmen melayani masyarakat,” tegasnya.
Misni memaparkan kondisi Kepri dengan luas wilayah 425.214,72 km², didominasi laut 417.012,97 km², serta penduduk lebih dari 2,2 juta jiwa. Kondisi ini menuntut ASN adaptif menghadapi pembangunan maritim dan konektivitas antarwilayah.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan, seperti rendahnya adaptasi teknologi, perubahan budaya kerja, lemahnya integritas, belum optimalnya pelayanan publik, serta minimnya literasi keuangan.
Misni menekankan penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ia meminta ASN terus berinovasi, proaktif, dan responsif terhadap perubahan.
“ASN harus jadi problem solver, berintegritas, bekerja melampaui standar, dan menjaga keseimbangan hidup,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya pengendalian diri, menjaga kualitas kerja, menjadi teladan, serta konsisten antara ucapan dan tindakan.
Di akhir pemaparan, Misni mengingatkan peserta bahwa ASN adalah “pahlawan masa kini” yang harus mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. ASN juga harus memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat di tengah tantangan global.
“Dalam situasi sulit, ASN harus jadi penyejuk dan pemberi solusi, bukan menunjukkan gaya hidup mewah,” tegasnya.
Misni mengajak peserta memaknai profesi ASN sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral kepada negara dan Tuhan.
“Menjadi ASN adalah takdir terbaik. Jalankan tugas dengan tanggung jawab, keikhlasan, dan ketakwaan,” pungkasnya.
Editor: Bibah






