Pembahasan Revisi RTRW Kepri, Dorong Tata Ruang Sesuai Kebutuhan Batam

Selasa, 19 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Foto: Humas Diskominfo Batam

Wakil Walikota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Foto: Humas Diskominfo Batam

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra memimpin rapat pembahasan revisi Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 1 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kepri 2017-2037 bersama BP Batam di Kantor BP Batam, Selasa (19/5/2026).

Li Claudia menegaskan revisi RTRW harus menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat dan perkembangan Batam. Pemerintah juga akan mengevaluasi aturan yang sudah tidak relevan agar pembangunan berjalan lebih tepat sasaran.

“Setiap pasal akan dibahas satu per satu agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat Batam,” ujar Li Claudia.

Baca Juga :  Prada Daffa Raih Perunggu Jiujitsu Kepri, Bidik Prestasi Nasional

Kepala Dinas CKTR Kota Batam, Azril Apriansyah mengatakan pemerintah mendorong pengembangan pelabuhan di Batam dan pulau-pulau penyangga masuk dalam revisi RTRW.

Pemerintah mengusulkan seluruh pulau berpenghuni memiliki akses pelabuhan untuk memperkuat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Menurut Azril, usulan tersebut berasal dari aspirasi masyarakat melalui Musrenbang Kota Batam dan telah dikaji bersama Dinas Perhubungan Kota Batam.

Selain memperkuat konektivitas, pelabuhan juga dinilai penting untuk mendukung pengawasan distribusi barang dan aktivitas perdagangan di kawasan Free Trade Zone (FTZ).

Baca Juga :  Evaluasi MBG, Pemko Batam Tuntut Program Tepat Sasaran

Dalam rapat itu, pemerintah juga membahas penyesuaian data kependudukan dan aktivitas ekonomi sebagai dasar perencanaan wilayah.

Li Claudia menilai kebutuhan logistik dan kuota barang di Batam tidak bisa hanya mengacu pada jumlah penduduk ber-KTP Batam. Pemerintah juga perlu menghitung masyarakat non-KTP Batam dan wisatawan yang setiap hari beraktivitas di Batam.

“Batam melayani masyarakat dari berbagai daerah dan wisatawan mancanegara. Karena itu, revisi RTRW harus menyesuaikan perkembangan aktivitas ekonomi dan mobilitas daerah,” katanya.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya
Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah
Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen
Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam
Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD
Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Seminar, Diskusi, dan Lokakarya

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:54

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43

Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 20:54

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Kamis, 10 September 2026 - 21:28

Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06