BP Batam menggandeng BRIN untuk memperkuat ketahanan sumber daya air dan mempercepat pengembangan industri hijau di Batam.
Kedua lembaga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemanfaatan riset dan inovasi serta pembangunan Batam Science and Technology Park di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, menegaskan bahwa BP Batam membutuhkan dukungan riset untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan.
Menurutnya, BP Batam harus menjaga pasokan air di tengah pertumbuhan industri dan investasi yang terus meningkat.
“Batam tidak memiliki hutan maupun sungai. Kami hanya mengandalkan delapan waduk yang menampung air hujan. Karena itu, kami harus memperkuat inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air,” ujar Sudirman.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BP Batam dan BRIN akan mengembangkan riset di bidang sumber daya air, energi, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan, industri hijau, serta Batam Science and Technology Park.
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan BRIN siap menghadirkan solusi berbasis riset untuk mendukung pembangunan Batam.
“Kami ingin mengubah potensi riset menjadi solusi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan dunia industri,” katanya.
Tak hanya itu, BRIN dan BP Batam juga menyusun 10 program prioritas yang akan dijalankan dalam tiga tahun ke depan. Program tersebut melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN dan tiga unit teknis BP Batam.
Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, mengatakan seluruh program dirancang agar hasil riset dapat langsung diterapkan di lapangan.
Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama ini mampu mempercepat pemanfaatan hasil riset untuk kebutuhan industri dan pembangunan daerah.
Karena itu, BRIN akan mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab kebutuhan dunia usaha sekaligus meningkatkan daya saing Batam.
“Kami ingin riset menghasilkan inovasi yang bisa digunakan industri, masyarakat, dan pemerintah. Dengan begitu, Batam dapat menarik investasi yang lebih besar,” ujarnya.
Editor: Bibah






