Dekranasda Kota Batam mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) meningkatkan keterampilan dan kreativitas agar mampu menghasilkan produk fesyen berkualitas dan menembus pasar nasional.
Dekranasda menggelar pelatihan desain fesyen selama lima hari di Gedung Dekranasda Batam. Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, membuka kegiatan tersebut, Selasa (18/8/2026).
Erlita menilai pelatihan desain fesyen penting untuk memperkuat industri kreatif Batam. Ia meminta peserta mengikuti seluruh materi dengan serius dan menerapkannya dalam pengembangan produk.
“Manfaatkan dengan baik pelatihan ini. Impian saya besar agar IKM kita terus maju,” ujar Erlita.
Menurutnya, peningkatan kompetensi harus berjalan seiring dengan keberanian pelaku IKM mengembangkan produk dan memperluas pasar. Karena itu, Dekranasda berkomitmen menggelar pelatihan serupa secara berkelanjutan.
Erlita bahkan menargetkan kegiatan tahun depan dapat digelar di kawasan Bandara Hang Nadim. Ia berharap program tersebut mampu melahirkan desainer asal Batam yang bisa bersaing dengan pelaku industri fesyen dari kota besar, termasuk Jakarta.
Erlita menegaskan peningkatan keterampilan tidak akan maksimal tanpa dukungan pasar. Ia ingin produk IKM tidak hanya bagus secara kualitas, tetapi juga mampu terjual dan meningkatkan pendapatan pelakunya.
“Bagi saya, pelaku IKM, terutama pembatik, barangnya dapat terjual dan mereka bisa semakin sejahtera,” katanya.
Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kota Batam, Januar Arif Kurniawan, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi dan kreativitas pelaku IKM.
“Kita berupaya meningkatkan kompetensi dan kreativitas pelaku IKM sehingga dapat bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” kata Januar.
Ia menyebut posisi strategis Batam membuka peluang besar bagi IKM untuk memperluas pasar. Karena itu, pelaku usaha perlu memperkuat kapasitas, promosi, dan kolaborasi.
Peserta pelatihan merupakan pelaku IKM yang sudah memiliki dasar di bidang fesyen. Mereka diharapkan mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi produk bernilai jual dan kompetitif.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di sini. Peserta harus terus berkembang, berkolaborasi dengan sesama IKM, dan memperkuat promosi produknya,” pungkasnya.
Editor: Bibah







