Wali Kota Batam Amsakar Achmad memaparkan capaian pembangunan dan program prioritas Pemerintah Kota Batam bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Di sektor ekonomi, Batam mencatat pertumbuhan 7,28 persen pada semester I 2026. Pada periode yang sama, realisasi investasi mencapai Rp39,89 triliun. Capaian ini memperkuat posisi Batam sebagai salah satu tujuan investasi, termasuk dengan masuknya ekosistem pusat data dan kecerdasan buatan (AI) berskala internasional.
Di bidang pendidikan, Pemko Batam telah menyalurkan 105.670 set seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Pemerintah juga memberikan bantuan beasiswa untuk mendukung keberlanjutan pendidikan masyarakat.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) berbasis KTP kini mencapai 98 persen penduduk Batam. Pemerintah turut menaikkan insentif bagi 4.000 lansia menjadi Rp300.000.
Untuk memperkuat ekonomi masyarakat, program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM telah menjangkau 1.500 pemohon dengan total realisasi Rp1,3 miliar.
Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah menggelar 108 jenis pelatihan kerja yang diikuti 4.433 peserta. Pemko Batam juga menggandeng 30 perusahaan di bawah naungan Apindo melalui nota kesepahaman untuk memprioritaskan sedikitnya 20 persen kuota rekrutmen bagi tenaga kerja lokal.
Amsakar mengatakan berbagai program tersebut berjalan seiring dengan membaiknya indikator kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam mencapai 83,8.
Editor: Bibah







