Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mematangkan persiapan Hari Jadi Batam (HJB) ke-197 yang berpuncak pada 18 Desember 2026. Salah satu agenda unggulan yang disiapkan adalah penyajian nasi besar untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Namun, Pemko Batam tetap mempertimbangkan kondisi kabut asap sebelum memastikan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, membahas persiapan tersebut bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (16/10/2026).
Firmansyah meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi agar rangkaian HJB berjalan sesuai rencana. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kondisi lingkungan, terutama kabut asap yang masih menyelimuti Batam, perlu menjadi pertimbangan.
“Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup, kondisi kabut asap saat ini masih perlu menjadi perhatian. Kita belum mengetahui kapan kondisi ini akan berakhir. Karena itu, saya meminta Forkopimda dan seluruh peserta rapat memberikan masukan untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan,” ujar Firmansyah.
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam menggagas penyajian nasi besar sebagai salah satu agenda utama HJB ke-197. Panitia menargetkan kegiatan ini dapat memecahkan rekor MURI dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga.
Sejumlah pihak yang direncanakan terlibat antara lain TP-PKK Kota Batam, PIKORI BP Batam, Dekranasda, Dharma Wanita Persatuan (DWP), organisasi wanita, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sekolah, perguruan tinggi, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, puskesmas, hotel, serta lembaga kepariwisataan.
Meski persiapan terus berjalan, Firmansyah menegaskan bahwa Pemko Batam akan menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan perkembangan cuaca dan kualitas udara.
“Persiapan tetap kita susun sebagaimana mestinya. Namun, dengan kondisi saat ini, pelaksanaan beberapa kegiatan perlu dikaji kembali. Terutama kegiatan yang melibatkan banyak orang, semuanya akan bergantung pada perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan,” katanya.
Ketua Panitia HJB ke-197 yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, memaparkan sejumlah agenda yang akan memeriahkan peringatan tahun ini.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai dengan istigasah bersama di Masjid At-Taqwa, Nongsa, pada 10 Desember 2026. Setelah itu, peserta direncanakan berziarah ke makam Nong Isa di Kampung Nongsa Pantai, Kelurahan Sambau, untuk mengenang tokoh yang berkaitan dengan sejarah Batam.
Selanjutnya, Pemko Batam menjadwalkan kegiatan Batam Bersepeda pada 12 Desember 2026. Agenda ini akan melibatkan komunitas dan pehobi sepeda, dengan hadiah menarik seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Puncak peringatan berlangsung pada 18 Desember 2026 melalui upacara di Dataran Engku Putri, Batam Center. DPRD Kota Batam kemudian dijadwalkan menggelar rapat paripurna istimewa untuk merefleksikan perjalanan sejarah dan pembangunan daerah.
Kemeriahan berlanjut melalui Pawai Budaya pada 20 Desember 2026. Panitia menargetkan sekitar 5.000 peserta dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB dari kawasan Jalan Engku Putri dan berakhir di Dataran Engku Putri.
Panitia juga merencanakan bazar kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut untuk meramaikan kegiatan sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Sebagai penutup, resepsi HJB ke-197 dijadwalkan berlangsung pada 23 Desember 2026. Acara ini akan menghadirkan hiburan rakyat dan penyerahan anugerah.
Yusfa berharap seluruh pihak mendukung persiapan dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Kami berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi aktif agar perayaan Hari Jadi Batam tahun ini berlangsung meriah, aman, dan berkesan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
Editor: Bibah







