Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat realisasi program prioritas sekaligus meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan aparatur sipil negara (ASN). Memasuki bulan kedelapan Tahun Anggaran 2026, ia menegaskan tidak ada lagi alasan untuk menunda pelaksanaan program.
Penegasan itu disampaikan Amsakar saat memimpin Apel Gabungan Pegawai Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (3/8/2026). Apel dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Sekda Batam Firmansyah, kepala OPD, dan ASN di lingkungan Pemko Batam.
Amsakar meminta seluruh pimpinan OPD segera mengevaluasi capaian program di masing-masing perangkat daerah. Ia menargetkan realisasi program sudah melampaui 50 persen agar seluruh agenda pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
“Ini sudah memasuki bulan kedelapan. Saya berharap seluruh pimpinan OPD benar-benar mengevaluasi kegiatan di lingkungan masing-masing. Idealnya, capaian realisasi program sudah berada di atas 50 persen sehingga seluruh target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.
Amsakar mengapresiasi kinerja Pemko Batam pada Semester I 2026 yang menunjukkan hasil positif, termasuk kontribusi OPD penghasil terhadap pendapatan daerah. Namun, ia mengingatkan seluruh OPD agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, masih banyak potensi pendapatan yang harus dioptimalkan, terutama dari sektor retribusi parkir dan retribusi persampahan.
“Ini harus menjadi atensi bersama agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan,” katanya.
Selain mengejar target program, Amsakar mengajak seluruh ASN membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada hasil. Ia menilai keberhasilan organisasi bergantung pada etos kerja dan keteladanan para pemimpin.
“Tak akan pernah kita bisa menghasilkan sesuatu yang hebat kalau cara kerja kita masih alakadarnya. Kalau ingin menghasilkan capaian yang hebat, maka budaya kerja kita juga harus hebat,” tegasnya.
Amsakar juga mengingatkan ASN menjaga integritas dan nama baik pemerintah. Menurutnya, di era media sosial, setiap tindakan aparatur mudah menjadi perhatian publik.
“Sekarang ini era media sosial. Jangan sampai kerja baik yang sudah dibangun rusak hanya karena informasi-informasi negatif yang sebenarnya bisa kita cegah,” ujarnya.
Amsakar menegaskan ASN harus menjadi pelayan masyarakat yang responsif, cepat, dan mampu memberikan solusi. Ia menilai keberhasilan program pemerintah tidak hanya diukur dari serapan anggaran, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
“Berikan layanan publik yang terbaik kepada warga. Program-program strategis Pemerintah Kota Batam juga harus menjadi perhatian serius seluruh OPD teknis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pesannya.
Usai apel, Amsakar menyerahkan penghargaan kepada sejumlah ASN Pemko Batam yang memasuki masa purna bakti dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Agustus 2026. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan Kota Batam.
Editor: Difky







