Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan seluruh perusahaan di Kepri wajib menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten dan berkelanjutan.
Ansar menyampaikan penegasan tersebut usai memimpin Upacara Peringatan Bulan K3 di Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Kota Batam, Kamis (5/2/2026).
Menurut Ansar, K3 tidak hanya melindungi keselamatan tenaga kerja, tetapi juga menyangkut nyawa pekerja sekaligus menjadi tolok ukur kualitas industri Kepri di tingkat nasional dan internasional.
Ia meminta manajemen perusahaan bertindak tegas terhadap karyawan yang melanggar aturan K3. Ketegasan, menurutnya, menjadi kunci membangun budaya keselamatan kerja yang kuat dan berkelanjutan.
Ansar menegaskan perusahaan harus menjatuhkan sanksi kepada karyawan yang mengabaikan aturan K3. Jika peringatan tidak diindahkan, perusahaan wajib mengambil langkah tegas, termasuk pemutusan hubungan kerja.
Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar, siap memberikan pendampingan hukum kepada perusahaan yang menghadapi gugatan akibat penegakan disiplin K3.
Sebaliknya, Pemprov Kepri tidak akan mentolerir perusahaan yang lalai menerapkan K3. Melalui Dinas Tenaga Kerja, pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas, mulai dari teguran keras hingga penutupan sementara, terutama jika kelalaian tersebut menyebabkan kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa.
Ansar juga menegaskan kecelakaan kerja seperti yang pernah terjadi di PT ASL tidak boleh terulang. Ia menekankan bahwa ke depan Kepri harus bebas dari kecelakaan kerja.
Di tempat yang sama, General Manager Batamindo, Mook Sooi Wah, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan K3 Pemprov Kepri. Ia memastikan seluruh perusahaan di Kawasan Batamindo telah menjadikan K3 sebagai standar utama operasional.
Saat ini, sekitar 90 persen perusahaan di Kawasan Batamindo telah mencapai zero incident. Menurut Mook, penerapan K3 tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga indikator penting bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Batam.
Ia menambahkan, pengelola menargetkan seluruh perusahaan di Kawasan Batamindo mencapai zero accident pada tahun 2026.
Editor: Bibah






