Pemerintah mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memperkuat program prioritas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen pada 2027.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal itu dalam forum “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta-Cita” di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Selama dua tahun terakhir, pemerintah mengarahkan belanja negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas layanan dasar, dan menjaga stabilitas ekonomi.
Di sektor pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 56,99 juta penerima manfaat hingga 31 Agustus 2026. Pemerintah juga memperluas Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, revitalisasi sekolah, dan digitalisasi pembelajaran.
Di bidang kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis menjangkau 99,1 juta penduduk hingga September 2026. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk merenovasi 10.000 puskesmas serta melengkapi fasilitas rumah sakit umum daerah.
“APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Suahasil.
Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya mengejar penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan belanja negara meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ekonomi ilegal untuk melindungi penerimaan negara dan menjaga persaingan usaha yang sehat.
Pada 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, naik dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Untuk mencapainya, pemerintah akan mendorong investasi, produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja formal.
APBN 2027 mengalokasikan belanja negara Rp4.097,2 triliun dengan pendapatan Rp3.426 triliun. Pemerintah menetapkan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Disiplin fiskal dan pertumbuhan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan bersama,” tegas Suahasil.
Pemerintah juga akan memperkuat kerja sama dengan sektor swasta dan Danantara untuk meningkatkan investasi, mempercepat hilirisasi, serta memperluas kapasitas produksi. Pertumbuhan investasi sekitar 7 persen dinilai penting untuk menopang target ekonomi tersebut.
Suahasil menegaskan, pemerintah akan menjaga APBN tetap sehat sekaligus mengoptimalkan perannya dalam mendorong pembangunan.
“APBN menumbuhkan, APBN melindungi dan APBN yang kredibel,” ujarnya. Sumber Infopublik
Editor: Bibah







