Dari 15 program prioritas yang digagas Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, tujuh program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat kini telah berjalan.
Beberapa program yang telah terealisasi antara lain penyaluran seragam gratis bagi pelajar, yang kini sudah tuntas, serta perluasan bantuan sosial bagi lansia. Jumlah penerima bantuan lansia meningkat signifikan, dari 1.970 menjadi 3.970 orang melalui APBD Perubahan 2025. Menariknya, program ini sekaligus menjadi program bantuan tunai pertama di Indonesia.
Meski banyak program berjalan, Wali Kota Amsakar mengakui masih ada pekerjaan besar, terutama terkait pengelolaan sampah dan pelayanan air bersih.
“Masalah sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kita butuh kolektivitas,” tegas Amsakar.
Ia menjelaskan kompleksitas persoalan, mulai dari keterbatasan armada hingga perilaku sebagian warga. Pemerintah juga aktif berdialog dengan petugas kebersihan untuk memperkuat koordinasi dan membangun kesadaran bersama.
Di tengah tantangan tersebut, ekonomi Batam justru menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 mencapai 6,89 persen, jauh melampaui rata-rata nasional yang hanya 1,5–2 persen. Investasi semester I 2025 juga meningkat tajam, menembus Rp54,74 triliun atau 91 persen dari target tahunan Rp60 triliun. Menurut Amsakar, capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.
Menutup sambutannya, Amsakar berharap media tetap kritis, namun juga memberikan solusi dalam setiap pemberitaan.
“Kritik penting, tetapi kritik yang disertai solusi akan jauh lebih bermanfaat. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Batam berkomitmen terus meningkatkan kualitas kebijakan, layanan publik, dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Editor: Yuli






