Bank Indonesia (BI) menggandeng TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk mendistribusikan uang Rupiah layak edar senilai Rp14 miliar ke lima pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Kepulauan Riau melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, di Pelabuhan Batu Ampar 99 Kota Batam, Rabu (2/7/2026).
Selama 2–8 Juli 2026, tim ERB menggunakan KRI Beladau-643 untuk melayani penukaran uang di Pulau Tarempa, Midai, Subi Besar, Tambelan, dan Singkep. Program ini memastikan masyarakat di wilayah perbatasan tetap memperoleh uang Rupiah yang layak edar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan BI terus memperkuat layanan kas hingga ke pulau-pulau terluar sebagai bagian dari menjaga kedaulatan negara.
“Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang, tetapi juga memperkuat eksistensi Rupiah sebagai simbol kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan,” kata Rony saat melepas tim ERB di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batam, Rabu (2/7).
Menurut Rony, Kepulauan Riau menjadi wilayah strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu, BI bersama TNI AL terus memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar hingga ke pulau-pulau terluar.
Selain membuka layanan kas keliling, BI juga mengedukasi masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Tim BI mengajak masyarakat mengenali ciri keaslian uang, merawat Rupiah agar tetap layak edar, sekaligus meningkatkan kebanggaan menggunakan Rupiah.
TNI AL turut memberikan edukasi bela negara, sedangkan Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) Kepri menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di lokasi ekspedisi.
Rony menegaskan BI akan terus memperluas layanan kas di wilayah 3T melalui sinergi dengan TNI AL dan berbagai pihak agar seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses yang sama terhadap uang Rupiah yang berkualitas.
Editor: Bibah






