BI: Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen, UMKM dan Digitalisasi Terus Diperkuat

Kamis, 25 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P. Foto: Humas BI Kepri

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P. Foto: Humas BI Kepri

Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau mencatat ekonomi Kepri tumbuh 7,04 persen (yoy) pada triwulan I 2026. Capaian ini melampaui pertumbuhan nasional 5,61 persen dan menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P., mengatakan sektor industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, dan perdagangan terus menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Investasi, ekspor neto, dan konsumsi rumah tangga juga terus mendorong aktivitas ekonomi.

“Ekonomi Kepri diperkirakan tetap tumbuh kuat pada triwulan II 2026 meski aktivitas pertambangan mulai kembali normal,” kata Rony, Kamis (25/6/2026).

BI mencatat kredit perbankan di Kepri tumbuh 23,86 persen hingga April 2026 menjadi Rp105,42 triliun. Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 15,54 persen menjadi Rp107,08 triliun.

Baca Juga :  Imlek 2577 Jadi Momentum Persatuan, Ansar Ajak Warga Bangun Kepri

Perbankan juga mampu menjaga kualitas kredit. BI mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di level 1,14 persen.

BI terus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. Hingga April 2026, kredit UMKM tumbuh 8,37 persen dengan rasio kredit bermasalah sebesar 2,62 persen.

Menurut Rony, angka tersebut menunjukkan UMKM masih menjadi salah satu sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi Kepri.

BI juga mendorong peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, digitalisasi usaha, dan penguatan pembiayaan agar UMKM semakin kompetitif.

“Pengembangan UMKM harus menjangkau wilayah kepulauan dan hinterland agar pertumbuhan ekonomi semakin merata,” ujarnya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, BI memperkuat sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Langkah tersebut dilakukan melalui Gerakan Menanam Cabai Kepri (GEMARI), edukasi belanja bijak, serta penguatan ketahanan pangan.

Baca Juga :  Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Hari Marwah Kepri ke-24

Hasilnya, inflasi Kepri pada Mei 2026 tetap terkendali di angka 3,92 persen.

BI juga mempercepat digitalisasi ekonomi melalui sejumlah program unggulan. Program itu meliputi QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026, Creative and Innovative Riau Island Carnival (CERNIVAL), dan Pekan QRIS Nasional (PQN).

Melalui program tersebut, BI ingin meningkatkan penggunaan QRIS sekaligus memperluas promosi UMKM, kuliner, dan destinasi wisata Kepri.

Sepanjang 2026, BI memproyeksikan ekonomi Kepri tumbuh pada kisaran 6,0–6,8 persen dengan inflasi tetap berada dalam target nasional sebesar 2,5±1 persen.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana
Ansar Rotasi Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Kepri
Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat
Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah
Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan 5.695 Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung
Kepri-Singapura Perkuat Kerja Sama, Investasi Digital Jadi Fokus

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:26

Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana

Rabu, 9 September 2026 - 19:17

Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 21:31

Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Senin, 7 September 2026 - 17:10

Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 20:23

Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45