Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong perempuan membangun kemandirian ekonomi melalui pelatihan keterampilan membuat kue. Kegiatan di Perumahan Botania Garden, Batam, Kamis (29/10/2026), ini membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha rumahan sekaligus menambah penghasilan keluarga.
Ketua BKOW Kepri, Nenny Dwiyana Nyanyang, mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan. Selain mendidik generasi penerus, perempuan juga mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, perempuan perlu menguasai keterampilan produktif agar mampu menghasilkan pendapatan sendiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Perempuan harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kreativitas, serta membangun kemandirian ekonomi agar mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Nenny berharap peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi juga mengembangkan keterampilan membuat kue menjadi peluang bisnis. Mereka bisa memulai usaha dari rumah atau meningkatkan produksi usaha yang sudah berjalan.
Ia mengingatkan perempuan agar tidak meremehkan keterampilan sederhana. Dengan kreativitas, ketekunan, dan kesungguhan, usaha kecil dari dapur rumah tangga bisa berkembang menjadi sumber penghasilan.
“Jangan pernah menganggap keterampilan sederhana sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Dari dapur rumah tangga, sebuah usaha kecil dapat tumbuh menjadi bisnis yang menjanjikan apabila dikelola dengan tekun, kreatif, dan sungguh-sungguh,” katanya.
Nenny juga melihat peluang besar pada sektor kuliner di Kepri. Perkembangan perdagangan dan pariwisata membuka pasar bagi produk UMKM, termasuk aneka kue tradisional dan modern.
Nenny menegaskan, BKOW Kepri terus mendorong program yang meningkatkan kemampuan ekonomi perempuan. Ia berharap perempuan yang memiliki keterampilan dan penghasilan sendiri semakin percaya diri serta mampu mengambil keputusan dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kemandirian ekonomi juga dapat memperkuat daya tawar perempuan dan mengurangi kerentanan terhadap berbagai bentuk kekerasan.
“Kemandirian ekonomi sangat penting agar perempuan memiliki daya tawar, mampu menentukan pilihan hidup, dan tidak mudah direndahkan. Penguatan ekonomi perempuan juga menjadi salah satu langkah untuk mengurangi kerentanan terhadap berbagai bentuk kekerasan,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh organisasi perempuan di Kepri memperkuat sinergi dan memperbanyak program peningkatan keterampilan serta pengembangan usaha produktif.
Nenny juga mendorong perempuan Kepri berani memulai usaha meski dengan modal terbatas.
“Perempuan Kepri mampu berkarya, mampu berusaha, dan mampu menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah. Keberhasilan sebuah usaha tidak selalu dimulai dari modal yang besar, tetapi dari kemauan untuk belajar, keberanian untuk mencoba, serta ketekunan untuk terus berkembang,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kelurahan Belian, Sri Marlina, yang mewakili lurah; Ketua RW 29 Perumahan Botania Garden, Andreas; Ketua RT 03, Mustakim; Ketua PKK RW 29, Yetty Asmarita; Tim Percepatan Pembangunan, Syarifah Normawati; serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batam yang diwakili Kepala Bidang Kualitas Hidup, Herna Rosita. Hadir pula Ketua I BKOW Kepri, Gladis Ibrahim.
Editor: Bibah







